Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Buah yang Cocok Ditanam dengan Sistem Tabulampot

Kompas.com, 10 Oktober 2022, 11:59 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Budidaya tanaman buah dalam pot atau tabulampot adalah teknik menanam buah yang media tanamnya di letakan di dalam pot. Jenis pot yang digunakan biasanya dari drum bekas karena ukurannya relatif besar sehingga dapat menunjang pertumbuhan tanaman.

Sistem budidaya ini memiliki beberapa keuntungan. Dilansir dari buku Membuat Tabulampot Rajin Berbuah, Senin (10/10/2022), beberapa keuntungan tabulampot, antara lain sebagai berikut. 

Ilustrasi tanaman jeruk, pohon jeruk. PIXABAY/ANNCAPICTURES Ilustrasi tanaman jeruk, pohon jeruk.

  • Bisa ditanam pada lahan sempit.
  • Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak merusak bangunan yang ada di sekitarnya.
  • Kebutuhan hara dan air bisa disediakan secara optimal.
  • Mengurangi pemborosan pupuk.
  • Sistem drainase lebih murah diterapkan, sehingga tidak ada kelebihan air.
  • Perawatan mudah.
  • Menciptakan ekosistem yang sehat dan indah.
  • Mudah dipindahkan.
  • Bisa dinikmati keindahannya.
  • Masa bunga dan berbuah mudah diatur, sehingga tanaman dapat berbuah sepanjang tahun.

Baca juga: 10 Cara Membuat Tanaman Buah di Pot Cepat Berbuah

Meskipun menguntungkan, namun perlu dipahami bahwa tidak semua buah bisa ditanam dengan sistem tabulampot. Ada beberapa syarat tabulampot. Berdasarkan penjelasan di buku Membuat & Membuahkan Tabulampot 3 In 1, berikut ulasannya.

Syarat tabulampot

Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar tanaman dapat ditanam dengan sistem tabulampot, antara lain sebagai berikut. 

Ilustrasi pohon mangga, tanaman mangga, buah mangga di pohon. UNSPLASH/JAMETLENE RESKP Ilustrasi pohon mangga, tanaman mangga, buah mangga di pohon.

  • Pilih varietas yang tidak memerlukan media tanam besar untuk berbuah.
  • Bibit yang digunakan harus memenuhi syarat pertumbuhan generatif dan vegetatif supaya lebih cepat bertumbuh.
  • Membuat lingkungan tumbuh yang sama dengan habitat asli tanaman tersebut.

Buah yang mudah ditanam dengan sistem tabulampot

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak semua tanaman bisa ditanam dengan sistem tabulampot.

Baca juga: Cara Menanam Blewah, Buah Populer yang Menyegarkan

Adapun beberapa tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem tabulampot, antara lain sebagai berikut:

  1. Jeruk kecuali jeruk impor.
  2. Mangga dari varietas arumanis, apel, manalagi, dan lain sebagainya. Namun, mangga gedong ijo dan gedong gincu tidak bisa ditanam secara tabulampot.
  3. Jambu air jenis citra, king rose, cincalo, dan lain sebagainya.
  4. Jambu biji.
  5. Belimbing.
  6. Nangka mini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau