Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tahapan Pembibitan Kelapa untuk Menghasilkan Bibit Berkualitas

Kompas.com, 22 November 2022, 09:23 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembibitan merupakan tahapan awal budidaya tanaman, tak terkecuali dalam budidaya kelapa. Pembibitan kelapa harus dilakukan dengan benar agar menghasilkan bibit yang berkualitas.

Kualitas bibit akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman ini. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (22/11/2022), berikut ini tata cara pembibitan kelapa yang benar.

Membuat naungan

Dalam pembibitan kelapa diperlukan adanya naungan. Pembuatan naungan bertujuan untuk melindungi bibit kelapa dari sinar matahari langsung dan air hujan. Adanya nuangan, harapannya bibit bisa tumbuh serentak.

Baca juga: Pedoman Menanam Kelapa Genjah yang Benar

Seleksi buah kelapa

Ilustrasi bibit kelapaPIXABAY/JOSCH13 Ilustrasi bibit kelapa

Tahapan pembibitan kelapa berikutnya yaitu melakukan seleksi buah kelapa. Tujuannya untuk memisahkan buah kelapa yang baik dan buah kelapa yang bentuknya kecil, cacat, dan yang tidak goyang airnya ketika diguncang.

Menyayat buah kelapa

Kegiatan menyayat buah kelapa dilakukan dengan cara membuka kulit kelapa kelapa bagian ujung. Penyayatan bertujuan untuk mempermudah air masuk ke mata atau titik tumbuh dibalik sabut kelapa. Dalam melakukan penyayatan, perlu dicari sisi kalapa yang lebih tinggi.

Penyemaian buah kelapa yang sudah disayat di tempat pembibitan

Baca juga: Cara Budidaya Kelapa agar Hasilnya Menguntungkan

Bagian kelapa yang sudah disayat diletakkan di bagian atas. Pendederan atau penyemaian bertujuan untuk memudahkan penyiraman dan pemeliharaan.

Tahapan ini juga berguna untuk mempermudah pembersihan gulma yang tumbuh di tempat pembibitan kelapa. Selain itu, bermanfaat juga untuk mempermudah pengendalian hama dan penyakit.

Ilustrasi tanaman kelapa Pixabay/kaigraphick Ilustrasi tanaman kelapa

Penyiraman

Penyiraman buah kelapa yang sudah didederkan atau disemai bertujuan untuk membasahi sabut kelapa, sehingga mata tunas bisa menebus sabut kelapa. Penyiraman dilakukan secukupnya minimal sekali sehari pada sore hari.

Baca juga: Cara Membuat Bibit Kelapa Genjah yang Berkualitas

Pemindahan ke lahan budidaya

Setelah berumur 6 bulan setelah semai, bibit kelapa sudah bisa dipindahkan ke lahan budidaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau