Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Markisa yang Benar dari Persiapan Benih sampai Panen

Kompas.com, 12 Desember 2022, 12:36 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Markisa merupakan buah yang berasal dari Amerika Selatan yang iklimnya tropis. Oleh karena itu, buah ini bisa juga tumbuh di Indonesia.

Cara menanam markisa cukup mudah. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (12/12/2022), berikut penjelasan selengkapnya.

Persiapan benih

Benih buah markisa bisa diperoleh dari buah markisa yang sudah tua. Cara menyiapkan benih markisa yang benar, seperti berikut:

Baca juga: Tidak Sulit, Ini Cara Menanam Sirsak agar Berbuah Banyak

  1. Buka buah markisa dan ambil bijinya.
  2. Bersihkan biji buah markisa sampai pulp yang menempel hilang.
  3. Lalu, cuci bersih biji tersebut dan keringkan di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih satu hari.
  4. Letakkan biji yang sudah kering di wadah dan tempat teduh.

Persiapan alat dan bahan

Tanaman buah markisaPixabay/yarafabrin Tanaman buah markisa

Selain menyiapkan benih yang akan ditanam, Anda juga perlu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Berikut daftar alat dan bahan yang digunakan untuk menanam markisa.

  • Pot atau polybag
  • Tanah
  • Sekam padi
  • Pupuk kandang
  • Air

Pembibitan

Sebelum ditanam, benih markisa harus disemai terlebih dahulu. Cara pembibitan benih markisa, seperti berikut:

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menumbuhkan Bibit Sirsak dari Biji

  1. Masukkan tanah, sekam padi, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 dalam pot atau polybag.
  2. Tanam 2 sampai 3 biji markisa dalam pot tersebut.
  3. Siram dengan air secukupnya.
  4. Letakkan pot berisi benih markisa di tempat teduh.
  5. Lakukan penyiraman secara rutin dan cek kondisi bibit markisa.
  6. Setelah tumbuh tunas dan mempunyai delapan daun, bibit markisa bisa dipindahkan ke lahan terbuka.

Persiapan lahan

Waktu persiapan lahan bisa dilakukan bersamaan dengan pembibitan. Lahan yang akan digunakan untuk menanam markisa diolah terlebih dahulu sampai gembur.

Lalu, buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 30 cm. Jangan lupa untuk memasang ajir atau tiang karena markisa termasuk tanaman merambat.

Baca juga: Cara Menanam Buah Manggis agar Panennya Melimpah

Pindah tanam

Cara menanam markisa diawali dengan memasukkan campuran tanah, sekam padi, dan pupuk kandang ke dalam lubang tanam. Setelah itu, letakkan bibit markisa ke dalam lubang tanam.

Timbun akar bibit markisa dengan media tanam sembari dipadatkan. Tancapkan tiang rambatan dan ikat tanaman markisa ke tiang tersebut. Terakhir, lakukan penyiraman sampai media tanam lembap.

ilustrasi buah markisa yang sudah matangFREEPIK/DASHU83 ilustrasi buah markisa yang sudah matang

Perawatan tanaman

Agar tanaman markisa tumbuh dengan baik, maka perlu dirawat dengan maksimal. Berikut beberapa tahapan perawatan tanaman markisa yang perlu dilakukan:

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Buah Sawo yang Benar

  1. Siram tanaman setiap hari.
  2. Lakukan penyiangan atau pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman markisa.
  3. Gemburkan tanah agar tanaman markisa bisa menyerap nutrisi dengan baik.
  4. Buat pagar rambatan untuk membantu penjalaran tanaman markisa, sehingga tanaman tersebut bisa berbuah lebat.
  5. Pangkas batang tanaman yang keluar dari tiang tambatan.
  6. Amati pertumbuhan bunga tanaman tersebut.
  7. Lakukan pemupukan sebanyak 3 kali dalam satu tahun.
  8. Semprotkan pestisida untuk mengendalikan hama maupun penyakit yang menyerang tanaman markisa.

Baca juga: Simak, Tips Sukses Merawat Pohon Buah Naga

Panen

Buah markisa yang mulai masak bisa segera dipanen. Sebaiknya lakukan pemanenan tepat waktu agar buah yang dihasilkan berkualitas baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau