Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Rosemary, Bisa Dipanen Berulang Kali

Kompas.com, 17 Desember 2022, 09:42 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Rosemary dikenal sebagai salah satu rempah-rempah yang sering digunakan dalam bahan masakan. Daunnya yang memiliki aroma kuat dan sedikit pahit, sering digunakan untuk menambah rasa pada daging, sup, dan masakan lainnya.

Rosemary juga dapat digunakan untuk membuat teh atau minuman segar lainnya. Selain itu, tumbuhan ini juga dikenal memiliki khasiat obat, seperti mengurangi stress, meningkatkan daya ingat, dan mengobati sakit kepala.

Tumbuhan ini berasal dari wilayah Mediterania dan dapat tumbuh hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Walaupun bukan berasal dari Indonesia, cara menanam Rosemary di Indonesia tidak jauh beda dengan daerah asalnya.

Baca juga: Cara Menanam Daun Mint dari Biji dan Stek Batang

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (17/12/2022), berikut tata cara menanam rosemary yang perlu diketahui.

Ilustrasi tanaman rosemary, daun rosemary.PEXELS/LACHLAN ROSS Ilustrasi tanaman rosemary, daun rosemary.

Pembibitan

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menanam rosemary yaitu menyiapkan bibit. Bibit rosemary dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan cara stek.

Pilihlah tanaman induk yang sehat dan pertumbuhannya baik. Potong cabang dengan panjang 5 sampai 10 cm.

Setelah itu, tanam pada polybag yang sudah sudah berisi media tanam. Lakukan perawatan secara rutin. Bibit akan siap setelah muncul daun yang banyak dan akarnya sudah cukup kuat.

Baca juga: Pedoman Budidaya Kemiri yang Baik dan Benar

Penyiapan lahan tanam

Lahan yang akan digunakan harus disiapkan terlebih dahulu. Tahap-tahap persiapan lahan tanam seperti penjelasan di bawah ini:

  1. Bersihkan lahan dari rumput liar dan benda lainnya yang mengganggu seperti ranting kayu.
  2. Gemburkan lahan menggunakan cangkul maupun traktor.
  3. Buatlah bedengan dengan lebar 50 cm, panjang sesuai kondisi lahan, dan tinggi 25 sampai 30 cm.
  4. Berikan pupuk kandang pada bedengan sebagai pupuk dasar
  5. Tunggu selama 7 sampai 10 hari sampai lahan benar-benar siap.

Penanaman

Setelah semua persiapan selesai, sekarang waktunya melakukan penanaman. Cara menanam rosemary cukup mudah, berikut tahapannya:

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Seledri agar Tumbuh Subur

Ilustrasi tanaman Rosemary, daun Rosemary. PEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi tanaman Rosemary, daun Rosemary.

  1. Buatlah lubang tanam menggunakan kayu sedalam 3 sampai 5 cm.
  2. Sobek plastik polybag pada bibit rosemary dan masukan bibit dalam lubang tanam.
  3. Tutup lubang tanam dengan tanah.
  4. Lakukan perawatan secara rutin

Perawatan tanaman

Pertumbuhan daun rosemary akan banyak dan lebat apabila dilakukan perawatan dengan baik. Perawatan yang perlu dilakukan seperti:

  1. Pembersihan gulma disekitar tanaman.
  2. Pemupukan secara bertahap.
  3. Penyiraman secara rutin.
  4. Pemangkasan cabang.
  5. Pengendalian hama dan penyakit.

Baca juga: Cara Menanam Seledri di Pot agar Tumbuh Subur

Pemanenan

Apabila tanaman sudah memiliki tinggi sekitar 50 sampai 100 cm dan daunnya sudah lebar, maka rosemary sudah bisa dipanen. Cara panennya yaitu dengan memetik daun rosemary sesuai kebutuhan. Daun rosemary dapat dipanen berkali-kali, apabila tanaman dirawat dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau