Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Varietas Bawang Putih Lokal dan Karakteristiknya

Kompas.com, 24 Januari 2023, 11:10 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Memilih varietas bawang putih yang tepat akan mempengaruhi hasil produksi komoditas ini. Kunci memilih varietas yang tepat yaitu melihat potensi hasil, kemurnian benih, kondisinya sehat, dan ukuran benihnya optimal.

Mengutip dari buku Budidaya Sayuran Bawang Putih, Selasa (24/1/2023), setidaknya ada lima varietas bawang putih lokal yang potensi hasilnya cukup tinggi. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Sangga sembalun

Ragam varietas bawang putih unggul yang pertama yaitu sangga sembalun. Varietas ini berasal dari Lombok dan dilepas pada tahun 1995.

Baca juga: Tahapan Budidaya Bawang Putih Organik yang Ramah Lingkungan

Potensi hasil varietas ini menjadi 8,75 ton/ha dengan jumlah siang sekitar 12 sampai 14 dan diameter 4,5 hingga 5,5 cm. Bawang putih ini memiliki umur panen 105 hingga 110 hari setelah tanam.

2. Tawangmangu

Jenis bawang putih lokal lainnya yaitu bawang putih varietas tawangmangu. Sesuai dengan namanya, varietas ini berasal dari Tawangmangu yang dilepas pada tahun 1989.

Ilustrasi bawang putih.PIXABAY/JACQUELINE MACOU Ilustrasi bawang putih.

Hasil panen bawang putih diketahui lebih tinggi dibandingkan sangga sembalun. Varietas tawangmangu mempunyai potensi hasil hingga 12 ton/ha.

Jumlah siung yang dihasilkan sekitar 12 hingga 16 dengan diameter kurang lebih 4 sampai 5 cm. Akan tetapi, umur tanaman ini cukup panjang yakni 120 hari.

Baca juga: Tips Menanam Bawang Putih agar Keuntungannya Besar

3. Lumbu putih

Bawang putih ini berasal dari Yogyakarta dan dilepas pada tahun 1988. Potensi hasilnya sebanyak 8 ton/ha dengan jumlah siung sekitar 17 sampai 27 dan diameter umbi 2,5 hingga 6 cm. Umur panen varietas ini sekitar 100 hingga 110 hari.

4. Lumbu hijau

Varietas bawang putih lokal lainnya yaitu lumbu hijau. Bawang putih ini berasal dari Batu dan dilepas pada tahun 1984.

Potensi hasil bawang putih ini sekitar 10 ton/ha dengan jumlah siung mencapai 12 hingga 20 dan diameter 3.3 hingga 3.9 cm. Bawang putih ini dapat dipanen saat umur 112 hingga 120 hari.

Baca juga: Cara Menggunakan Mulsa Plastik untuk Budidaya Bawang Putih

5. Lumbu kuning

Lumbu kuning juga merupakan varietas bawang putih asli Batu yang dilepas di tahun yang sama seperti varietas lumbu hijau. Meskipun demikian, potensi hasil varietas ini lebih rendah dari lumbu hijau yakni hanya 8 ton/ha.

Jumlah siung varietas lumbu kuning 14 sampai 17 dengan diameter 3 hingga 3.0 cm. Tanaman ini memiliki umur sekitar 105 hingga 116 hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau