Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis Traktor Pertanian untuk Menunjang Budidaya Tanaman

Kompas.com - 29/01/2023, 16:46 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Traktor adalah kendaraan yang biasanya digunakan untuk menggerakkan alat dan mesin pertanian. Penggunaan traktor dapat mempermudah pekerjaan di lahan budidaya, seperti pengolahan lahan dan panen.

Jenis traktor pertanian yang sering digunakan ternyata berbeda-beda. Dilansir dari Litbang Pertanian, Minggu (29/1/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

1. Traktor besar

Traktor besar cukup mudah dikenali karena memiliki dua poros roda dan biasanya beroda empat atau lebih. Traktor ini biasanya digunakan di perkebunan yang areanya sangat luas.

Baca juga: Jenis-jenis Traktor yang Digunakan untuk Mengolah Lahan Pertanian

Penggunaan traktor besar di sawah dinilai kurang efisien karena ukuran petakan sawah relatif kecil dan harganya pun cukup mahal.

2. Traktor mini

Ilustrasi traktor roda duaPexels/Tom Fisk Ilustrasi traktor roda dua

Jenis traktor pertanian selanjutnya yaitu traktor ini. Sesuai dengan namanya, traktor ini memiliki ukuran cukup kecil. Meskipun kecil, traktor ini memiliki dua poros roda dan biasanya beroda empat.

Traktor ini umumnya digerakkan dengan motor diesel dua silinder atau lebih. Jenis traktor ini juga biasanya dilengkapi power take off dan three point hitch. Traktor jenis ini lebih banyak dimiliki petani.

Baca juga: 5 Jenis Alat dan Mesin Pertanian yang Mempermudah Pekerjaan Petani

3. Traktor tangan

Traktor tangan adalah alat pertanian yang mempunyai satu poros roda dan beroda dua. Traktor ini memiliki daya yang kecil. Biasanya, traktor tangan digerakkan oleh motor diesel silinder tunggal.

Itulah beberapa jenis traktor yang biasa digunakan dalam bidang pertanian. Pemilihan dan penggunaan jenis traktor pertanian bisa disesuaikan kebutuhan dan kondisi lahan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau