Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Rumput Setaria, Pakan Tenak yang Bernutrisi

Kompas.com, 21 Februari 2023, 09:13 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman rumput setaria (Setaria sphacelata), merupakan tanaman pakan tahunan yang bagus bagi hewan ternak. Tanaman ini dikenal juga dengan nama golden timothy.

Rumput ini memiliki kandungan nutrisi yang beragam seperti protein kasar 13 persen, serat kasar 32 persen, ekstrak eter 2,8 persen, dan bahan ekstra tanpa nitrogen 44 persen. Selain itu, rumput setaria dapat ditanam pada berbagai jenis kondisi lahan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (21/2/2023), berikut cara budidaya rumput setaria dengan mudah.

Baca juga: Cara Menanam Rumput Odot, Pakan Ternak Berkualitas yang Tinggi Protein

Syarat tumbuh

Persyaratan tumbuh rumput setaria tidak terlalu sulit, karena dapat tumbuh dan beradaptasi di berbagai tempat. Lahan pada dataran rendah sampai dengan ketinggian 1300 mdpl, dapat dijadikan tempat untuk menanam rumput setaria. Selain itu, setaria tahan terhadap kekeringan, curah hujan yang tinggi, dan dapat hidup sepanjang tahun.

Tanaman rumput setariaShutterstock/Mang Kelin Tanaman rumput setaria

Pengolahan lahan

Lahan yang akan ditanami bibit setaria harus digemburkan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya air dapat masuk ke dalam tanah dan akar tanaman dapat berkembang dengan baik.

Pengolahan lahan dapat menggunakan cangkul maupun traktor. Apabila lahan sudah gembur, selanjutnya dimasukan pupuk kandang maupun pupuk kompos sebanyak 3 sampai 4 ton/hektare. Taburkan pupuk secara merata untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan awal tanaman.

Baca juga: Fakta Menarik Rumput Pakchong, Pakan Unggulan untuk Sapi dan Kambing

Penanaman

Cara budidaya rumput setaria selanjutnya yaitu penanaman. Berikut langkah-langkah menanam rumput setaria:

  • Pilihlah bibit rumput setaria yang berasal dari anakan tanaman yang sudah dewasa, supaya pertumbuhannya lebih cepat.
  • Tanam bibit setaria pada lahan dengan cara ditancapkan.
  • Berikan jarak tanam antar bibit 50 x 50 cm.
  • Padatkan tanah supaya bibit tidak mudah roboh.

Perawatan

Perawatan pada tanaman setaria terbilang cukup mudah, tidak seperti tanaman sayuran maupun buah-buahan. Hal ini karena tanaman setaria dapat beradaptasi dengan baik di berbagai wilayah.

Perawatan yang rutin dilakukan yaitu pemupukan. Pemberian pupuk susulan pertama dilakukan menggunakan pupuk Urea sebanyak 75 kg/ha pada umur 2 minggu. Pemupukan susulan selanjutnya dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan memberikan pupuk urea sebanyak 50 kg/ha.

Baca juga: Cara Menanam Rumput Gajah agar Tumbuh Lebat

Pemanenan

Pemanenan rumput setaria dapat dilakukan setelah tanaman berumur 35 sampai 40 hari. Cara panen rumput setaria dengan memotong rumput 10 hingga 15 cm diatas pangkal batang.

Pemanenan rumput setaria harus dilakukan secara rutin setiap 30 hari sekali. Hal ini juga bertujuan supaya anakan semakin banyak. Panen dilakukan pada masa vegetatif sebelum tanaman mengeluarkan bunga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau