Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Rumput Odot, Pakan Ternak Berkualitas yang Tinggi Protein

Kompas.com, 8 Februari 2023, 11:44 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Rumput odot adalah salah satu varietas rumput gajah yang menjadi pakan ternak. Perbedaan yang paling mencolok antara rumput gajah dengan rumput odot yaitu pada ketinggian tanaman ini.

Rumput gajah memiliki tinggi sekitar 4,5 meter, sedangkan rumput odot mempunyai tinggi 1 meter. Sebagai pakan ternak, rumput odot mengandung protein yang dapat menunjang pertumbuhan hewan ternak, seperti kambing, kerbau, dan sapi.

Selain tinggi protein, bagi peternak rumput odot juga termasuk pakan ternak yang terjangkau. Bahkan, banyak peternak yang membudidayakan rumput odot.

Baca juga: Cara Menanam Rumput Gajah agar Tumbuh Lebat

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (8/2/2023), berikut ini cara menanam rumput odot untuk pakan ternak.

Pola tanam

Tanaman rumput odot bisa ditanam secara monokultur atau dikombinasikan dengan tanaman lain. Rumput odot bisa menjadi tanaman sela pada pematang sawah atau tanaman perkebunan.

Ilustrasi tanaman rumput odotPixabay/Hans Ilustrasi tanaman rumput odot

Pembibitan

Bibit rumput odot bisa berasal dari stek. Tanaman rumput odot dipotong sepanjang 15 sampai 25 cm. Setelah itu, tanam pada lahan yang sudah diberi pupuk kandang dan tunggu sampai bibit tumbuh tinggi.

Penanaman bibit rumput odot

Cara menanam rumput odot di awal dengan membersihkan lahan dari gulma dan semak belukar. Setelah itu, buat guludan dengan lebar antara 60 sampai 80 cm dan tinggi 20 cm.

Baca juga: Fakta Menarik Rumput Pakchong, Pakan Unggulan untuk Sapi dan Kambing

Kemudian, tanam bibit rumput odot pada guludan tersebut dengan jarak 50 sampai 75 cm. Sementara itu, jarak tanam antar baris kurang lebih 75 sampai 150 cm.

Pemupukan

Berikan pupuk dasar sebanyak 3 ton/ha sebagai pupuk dasar. Sementara itu, pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam, berikan pupuk Urea atau NPK sebanyak 60 kg/ha. Anda juga bisa menyemprotkan pupuk cair dari urine ternak yang disemprotkan ke tanaman.

Panen

Kegiatan panen rumput odot bisa dilakukan saat tanaman berumur 60 hingga 70 hari setelah tanam. Ciri rumput odot yang siap panen yaitu adanya ruas pada batang yang ukurannya minimal 15 cm. Cara panennya cukup dengan memotong rumput menggunakan sabit.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau