Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Dibuang, Ini Manfaat Biji Durian untuk Kesehatan

Kompas.com, 12 Maret 2023, 20:45 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menikmati daging buahnya yang lezat legit, kebanyakan orang akan langsung membuang biji durian. Pasalnya, biji durian dianggap tidak berguna.

Padahal, biji durian mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan. Ada beberapa manfaat biji durian untuk kesehatan yang belum banyak diketahui.

Dikutip dari laman Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara, Minggu (12/3/2023), biji buah durian mengandung banyak nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, karbohidrat, lemak, folat, protein, serat, energi, kalium, kalsium, tembaga, serta fosfor.

Baca juga: 4 Cara Merawat Pohon Durian Pendek agar Produktivitasnya Maksimal

Ilustrasi buah durian yang matang sempurnaUNSPLASH/JIM TEO Ilustrasi buah durian yang matang sempurna

Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk mengabaikan biji durian.

Manfaat biji durian untuk kesehatan

Berikut beberapa manfaat biji durian untuk kesehatan

1. Makanan sumber energi dan tenaga

Tidak hanya daging buahnya yang kaya akan energi, biji durian juga mengandung sari pati yang tinggi, sehingga bisa membantu memasok kebutuhan energi tubuh.

2. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Biji buah durian mengandung fosfor dan kalsium yang tinggi sehingga sangat bagus untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi serta mencegah dari risiko osteoporosis.

Baca juga: Catat, Penyebab Bunga Durian Rontoh dan Cara Mengatasinya

3. Menguatkan otot dan menjaga daya tahan tubuh

Kandungan protein dalam biji durian cukup tinggi sehingga bermanfaat menambah energi, menguatkan otot tubuh, dan menjaga daya tahan tubuh.

4. Penguat rasa

Biji durian memiliki aroma khas yang hampir mirip dengan daging buahnya, sehingga kita bisa memanfatkannya sebagai penguat rasa untuk membuat es krim, manisan, dan lainnya.

Cara menikmati biji durian

Anda bisa merebus biji durian langsung seperti merebus ubi dan singkong atau menjadikannya sebagai keripik. Biji durian juga bisa diolah sebagai bubuk kopi atau tepung untuk bahan pembuatan kue, bubur dan lainnya.

Meskipun mengandung manfaat yang cukup besar, jangan pernah mengonsumsi biji durian dalam kondisi mentah. Sebab, di dalamnya terdapat kandungan asam lemak siklopropena yang merupakan racun berbahaya bagi tubuh.

Baca juga: 4 Cara Aplikasi Pupuk untuk Durian agar Berbuah Lebat

Masak biji durian hingga benar-benar matang agar rasanya nikmat dan juga aman bagi kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau