Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Media Tanam Organik untuk Sayuran di Polybag

Kompas.com, 5 Mei 2023, 15:41 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam sayuran tidak hanya dapat dilakukan di tanah atau bedengan. Menanam sayuran di polybag adalah salah satu solusi untuk Anda yang memiliki lahan terbatas.

Untuk menanam sayuran di polybag, salah satu bahan yang perlu disiapkan adalah media tanam. Media tanam berfungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

Dilansir laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Jumat (5/5/2023), melalui media tanam, tanaman mendapatkan sebagian besar nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam pot atau polybag, media tanam dibuat sebagai pengganti tanah.

Baca juga: 8 Media Tanam Organik yang Mudah Didapatkan

Ilustrasi menanam selada di polybag. SHUTTERSTOCK/IRONDARU Ilustrasi menanam selada di polybag.

Oleh karena itu, media tanam harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik harus memiliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Secara umum, media tanam yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut.

  • Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman
  • Memiliki porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air sekaligus juga mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik
  • Menyediakan unsur hara yang cukup baik makro maupun mikro
  • Tidak mengandung bibit penyakit

Baca juga: Cara Membuat Sekam Padi Bakar, Bisa Menjadi Media Tanam

Bahan-bahan media tanam organik

Ada beberapa bahan media tanam organik yang perlu disiapkan, yakni sebagai berikut.

1. Tanah 

Ilustrasi membuat media tanam untuk tanaman dari berbagai bahan, salah satunya arang sekam. SHUTTERSTOCK/PARKIN SRIHAWONG Ilustrasi membuat media tanam untuk tanaman dari berbagai bahan, salah satunya arang sekam.

Tanah adalah bahan utama media tanam. Tanah yang baik untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan bagian atas (top soil).

2. Kompos atau humus

Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman.

3. Arang sekam atau sabut kelapa

Arang sekam adalah hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah.

Baca juga: 6 Media Tanam Terarium yang Mudah Didapat

Penambahan arang sekam pada media tanam akan memperbaiki struktur media tanam karena mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara, dan menjaga kelembapan.

Cara membuat media tanam organik

Berikut ini cara-cara membuat media tanam polybag atau pot dengan menggunakan bahan baku yang telah disebutkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik diperlukan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara.

Bahan baku yang akan digunakan dalam tutorial berikut adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut cara membuat media tanam organik untuk menanam sayuran di polybag.

Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari bagian paling atas. Kemudian, ayak tanah tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus.

Baca juga: Bahan Pembuatan Media Tanam, Apa Saja?

Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak tercampur dengan merata.

Siapkan kompos yang telah matang, bisa dari jenis bokashi atau pupuk kandang, lalu siapkan arang sekam. Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah.

Ilustrasi arang sekam untuk media tanam. SHUTTERSTOCK/SHANJAYA Ilustrasi arang sekam untuk media tanam.

Komposisi campuran adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (2:1:1). Aduk hingga merata.

Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran tersebut ke dalamnya. Media tanam sudah siap digunakan.

Baca juga: Media Tanam Bawang Merah yang Subur dan Gembur

Sebagai catatan, ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan komposisi 1:1:1 atau 2:1:1. Mana yang terbaik bagi Anda tentunya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya.

Terkait hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara trial and error.

Media tanam sangat berguna apabila kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok diterapkan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau