Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengolah Biji Kakao Menjadi Coklat yang Rasanya Enak

Kompas.com, 7 Mei 2023, 15:14 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kakao merupakan komoditas perkebunan yang nilai jualnya tinggi. Sama seperti kopi, biji kakao juga dapat diolah menjadi makanan dan minuman yang rasanya lezat.

Biji kakao dapat diolah menjadi bubuk coklat seperti yang sering kita temukan di supermarket. Lantas, bagaimana cara mengolah biji kakao menjadi coklat?

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (7/5/2023), simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Cara Pembibitan Kakao dari Biji agar Cepat Tumbuh

Cara mengolah biji kakao

Pengolahan biji kakao cukup muah. Biji kakao yang sudah dipanen kemudian dipanggang atau disangrai sampai mengeluarkan rasa coklat dan warnanya berubah.

Kemudian biji kakao akan dipisahkan dengan kulitnya menggunakan mesin penampi. Biji kakao lalu akan mengalami proses alkalisasi menggunakan kalim karbonat untuk mengambangkan rasa dan warna.

Buah kakaoPixabay/Dekanda Buah kakao

Selanjutnya, biji kakao akan digiling untuk menghasilkan cocoa liquor. Setelah itu, cocoa liquor akan ditambah dengan bahan pencampur seperti kacang atau cita rasa coklat.

Tahapan berikutnya yaitu mengekstrak cocoa liquor dengan cara ditekan atau dipres hingga menghasilkan lemak coklat atau cocoa butter dan cocoa dengan massa padat yang disebut cocoa presscake.

Baca juga: Cara Menanam Kakao yang Benar agar Hasilnya Menguntungkan

Lemak coklat digunakan untuk pembuatan coklat melalui penambahan cocoa liquor. Sedangkan cocoa presscake digunakan untuk membuat coklat bubuk.

Pembuatan coklat menggunakan lemak coklat perlu diberi tambahan bahan lain seperti gula, pengemulsi agen, dan susu. Proporsi setiap bahan berbeda-beda tergantung jenis coklat yang akan dibuat.

Semua campuran kemudian akan melalui proses pemurnian hingga pasta yang halus terbentuk atau refining. Tujuan refining yaitu untuk meningkatkan tekstur coklat.

Proses berikutnya yaitu coaching untuk mengembangkan rasa dan tekstur coklat. Conching adalah proses menguleni atau smoothing.

Kecepatan, durasi, hingga suhu dalam proses ini akan mempengaruhi rasa dari coklat yang dihasilkan. Campuran bahan pembuatan coklat kemudian akan melalui proses pemanasan, pendinginan, dan pemanasan kembali.

Baca juga: Simak, Cara Budidaya Tanaman Kopi agar Panennya Melimpah

Tujuannya agar warna dan lemak coklat tidak berubah. Terakhir, cetak coklat yang sudah dibuat dan simpan pada lemari es.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau