Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sangat Mudah, Begini Langkah-Langkah Membuat Pupuk dari Kulit Pisang

Kompas.com, 2 Agustus 2023, 19:15 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kulit pisang merupakan salah satu limbah organik yang bisa diolah menjadi pupuk. Hal tersebut dikarenakan limbah ini mengandung banyak nutrisi, seperti; kalium fosfor, kalsium, sodium, mangan, sulfur, dan magnesium.

Proses pembuatan pupuk dari kulit pisang juga cukup mudah. Biasanya limbah kulit buah tersebut diolah menjadi pupuk cair. Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (2/8/2023), berikut langkah-langkah pembuatannya.

Bahan dan alat

Sebelum memulai pembuatan pupuk organik cair dari kulit pisang, langkah awal yang perlu dilakukan yaitu menyiapkan bahan dan alat. Beberapa bahan dan alat yang diperlukan, antara lain;

Baca juga: Jangan Dibuang, Begini Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang Merah

Ilustrasi pembuatan pupuk dari kulit pisangShutterstock/iva Ilustrasi pembuatan pupuk dari kulit pisang

  1. Kulit pisang
  2. Air bersih
  3. Gula pasir
  4. Botol bekas minuman
  5. Blender (optional)

Cara membuat pupuk dari kulit pisang

Pembuatan pupuk dari limbah kulit pisang diawali dengan membersihkan botol bekas minuman yang akan menjadi wadah. Kemudian, haluskan pisang menggunakan blender atau jika tidak ada blender bisa dengan cara mencincang kecil kulit buah tersebut.

Setelah itu, masukkan gula pasir ke dalam botol. Apabila ukuran botol yang digunakan 250 ml, maka jumlah gula yang ditambahkan cukup 1 sendok makan. Namun, apabila ukurannya 1500 ml, maka gula pasir yang digunakan sebanyak 2 sendok makan.

Larutkan gula pasir dan masukkan kulit pisang ke dalam botol berisi larutan gula. Tambahkan lagi air bersih sampai batas leher botol.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk dari Limbah Pisang dan Cangkang Telur

Tutup botol dengan rapat dan diamkan selama 7 hingga 10 hari. Jangan lupa untuk membuka tutup botol setiap hari agar gas di dalamnya keluar.

Cara aplikasi pupuk cair dari limbah kulit pisang

Setelah proses fermentasi selesai, pupuk cair tersebut bisa diaplikasikan ke tanaman. Caranya dengan menyiramkan langsung ke media tanam.

Saat penyiraman, pastikan pupuk tidak mengenai batang dan daun tanaman, terlebih pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau