Penulis
Kopi Canaya kini telah mengekspor hingga 20 ton kopi ke Jepang, Jerman, dan Afrika. Sepanjang 2024, program yang melibatkan 312 petani dari 18 kelompok tani di lahan seluas 80 hektar ini mencatatkan omzet sebesar Rp 863,9 juta.
Tak berhenti di sektor perkebunan, kelompok perempuan di Desa Talun, Kecamatan Ibun, turut memanfaatkan geothermal dehydrator.
Dipimpin Tety (61), ibu-ibu setempat mengeringkan olahan pangan seperti teng-teng ketan hingga sebring kulit singkong berbumbu seblak.
Proses dehidrasi makanan yang biasanya memakan waktu tujuh hari kini rampung dalam lima jam. Lebih dari 5.500 kemasan produk berhasil dipasarkan dengan raihan omzet Rp 90 juta dalam enam bulan.
Baca juga: Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Di sektor perikanan, uap panas bumi dialirkan untuk menghangatkan air kolam budidaya yang dingin.
Riset menunjukkan, bobot ikan melonjak dari 220 gram menjadi 330 gram dengan masa panen 25 persen lebih cepat. Hasil panen ini kemudian diolah menjadi abon dan ikan asin yang dikeringkan kembali dengan pengering geotermal.
Melalui ekosistem pemberdayaan bernama Kanyaah (kasih sayang), PGE Area Kamojang telah menjangkau 14.976 penerima manfaat dan mengamankan penghargaan PROPER Emas 15 kali berturut-turut.
Inovasi pemanfaatan langsung ini dinilai menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat di daerah lain yang kerap menganggap proyek panas bumi hanya mengeruk sumber daya daerah.
Di Kamojang, sisa energi panas bumi terbukti dapat dirasakan langsung oleh warga lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan pangan mereka.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.