Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Jenis Alat Tanam Padi yang Memudahkan Proses Penanaman

Kompas.com, 22 Agustus 2022, 21:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam budidaya pada, memerlukan sejumlah persiapan, salah satunya peralatan guna mempermudah penamanan.

Secara umum, peralatan untuk menanam padi terbagi menjadi dua, yaitu alat untuk menanam benih dan bibit padi.

Mengutip dari Repositori Kementerian Pertanian, Senin (22/8/2022), berikut beberapa jenis alat tanam padi yang membantu memudahkan pekerjaan petani. 

Baca juga: 7 Varietas Tanaman Padi Unggulan di Indonesia

Alat tanam benih padi manual

Ilustrasi tanaman padi. FREEPIK/SUKSAO Ilustrasi tanaman padi.

Alat tanam benih padi ini disebut juga seeder. Fungsinya, meletakan benih pada kedalaman tertentu dengan jumlah yang sudah ditentukan. 

Umumnya, alat ini dilengkapi penutup tanah. Jadi, saat benih jatuh ke lubang tanam, mesin akan membantu menutup lubang tanam itu.

Alat ini tersedia tiga jenis, yaitu alat penanam benih padi pada kondisi kering, alat penanam benih padi pada kondisi basah, dan alat tanam dalam lajur. 

Baca juga: Catat, 5 Manfaat Sekam Padi sebagai Media Tanam

Alat tanam benih padi bermesin

Selain menanam menggunakan alat manual, Anda juga bisa menanam benih padi menggunakan mesin.

Cara ini dinilai lebih efektif dan efisien dibanding menggunakan alat tanam padi manual. Meski demikian, penggunakan mesin tanam padi ini hanya bisa dilakukan pada lahan dengan kondisi tertentu.

Hanya lahan dengan pengolahan sempurna yang permukaannya rata dan pelumpurannya baik saja yang bisa menggunakan mesin ini.

Baca juga: Ketahui, Ini Karakteristik Tanaman Padi, dari Akar sampai Buah

 

Alat tanam bibit padi manual

Ilustrasi tanaman padi.UNSPLASH/ANDHIKA Y. WIGUNA Ilustrasi tanaman padi.
Tanaman padi tak hanya bisa dibudidayakan dengan sistem tanam benih langsung (tabela) saja, tapi juga menanam bibit atau tanaman muda.

Cara menanam padi menggunakan bibit banyak dipilih petani. Penanaman bibit padi bisa dilakukan menggunakan alat tanam bibit manual.

Alat ini berguna mempercepat waktu tanam. Alat tanam bibit manual ini dioperasikan dengan cara ditarik di atas papan luncur sehingga untuk mengoprasikannya memerlukan tenaga kuat. 

Baca juga: Mengenal Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Mengendalikannya

Alat tanam bibit padi mekanis

Jika merasa alat tanam bibit padi manual masih tidak membantu, Anda bisa menggunakan alat tanam bibit padi mekanis. Penggunaan alat tanam padi ini dapat meningkatkan produktivitas lahan dan tenaga kerja, mempercepat proses penanaman, serta menekan biaya produksi.

Itulah jenis alat tanam padi yang dapat membantu proses penanaman. Masing-masing alat memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Anda bisa memilih alat yang paling sesuai dengan kebutuhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau