Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Stek Bunga Mawar agar Cepat Tumbuh

Kompas.com, 28 September 2022, 14:26 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mawar merupakan salah satu bunga potong yang populer di Indonesia. Selain menjadi komoditas pertanian yang diperjualbelikan, mawar juga banyak dijumpai di taman atau pekarangan rumah sebagai tanaman hias.

Daya tarik bunga mawar ada pada keindahan bentuk dan warnanya. Bunga ini memiliki bentuk sangat menawan saat mekar serta warna yang indah dan sangat beragam.

Baca juga: Ketahui, Ini Cara Tepat Menanam Mawar agar Pertumbuhannya Baik

Tak hanya itu, cara menanam bunga mawar juga cukup mudah dilakukan. Mawar bisa diperbanyak secara generatif melalui biji atau vegetatif dengan stek batang.

Dilansir dari buku Budidaya Tanaman Semusim dan Tahunan, Rabu (28/9/2022), perbanyakan bunga mawar dengan cara stek lebih mudah dan cepat. Berikut cara stek bunga mawar agar cepat tumbuh.

Alat dan bahan yang dibutuhkan

Ilustrasi bunga mawar Queen Elizabeth. SHUTTERSTOCK/JHVEPHOTO Ilustrasi bunga mawar Queen Elizabeth.

  • Batang tanaman mawar 
  • Stoples berisi air
  • Pisau atau gunting tanaman.
  • Pot
  • Media tanam yang terbuat dari campuran tanah.
  • Pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 1:1
  • Ranting pohon.
  • Zat pengatur tumbuh. 

Baca juga: 8 Bunga Ini Ternyata Memiliki Makna Negatif, Ada Mawar Merah

Potong batang mawar

Batang mawar yang digunakan sebagai stek adalah batang yang pertumbuhannya normal dan sehat.

Batang tersebut kemudian dipotong dengan panjang 15-20 sentimeter menggunakan pisau atau gunting tanaman yang sudah steril. 

Selanjutnya, letakkan potongan batang bunga mawar pada toples berisi air agar batang tanaman mawar tetap segar sampai proses penanaman.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Mawar agar Berbunga Banyak

Siapkan pot dan media tanam

Segala jenis pot sebenarnya bisa digunakan untuk menanam mawar. Terpenting pot tersebut memiliki lubang drainase pada bagian bawah untuk menjaga drainase dan aerasinya.

Setelah itu, pot diisi dengan media tanam yang terbuat dari campuran tanah, pupuk kandang, dan kompos.

Beri zat pengatur tumbuh

Zat pengatur tumbuh atau ZPT berguna mempercepat pertumbuhan tunas. Hormon ini bisa diberikan di batang bawah yang akan ditumbuhi akar atau ditambahkan pada lubang tanam. 

Baca juga: 8 Kesalahan yang Membuat Tanaman Bunga Mawar Tidak Mekar

Ilustrasi bunga mawar jenis double delight.Shutterstock/Leon-Photo Ilustrasi bunga mawar jenis double delight.

Menanam stek mawar

Media tanam yang sudah diisi dalam pot diberi lubang menggunakan pulpen atau ranting yang berukuran kecil.

Setelah itu, letakkan batang mawar yang sudah diberi ZPT dan daunnya sudah dibuang pada lubang tanam tersebut, lalu tutup lubang dengan media tanam. 

Lakukan penyiraman secara rutin agar pertumbuhan tunas lebih cepat. Namun, penyiraman tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan stek mawar busuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau