Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Tahapan Budidaya Tanaman Sayur di Rumah

Kompas.com, 26 Oktober 2022, 14:30 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam sayur di rumah menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. Tak hanya berguna untuk mengisi waktu senggang, budidaya sayur di rumah juga bisa menjadi bisnis yang prospektif.

Tak hanya itu, sayuran yang dihasilkan juga lebih sehat karena minim penggunaan bahan kimia baik dari pupuk maupun pestisida. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (26/10/2022), berikut tahapan budidaya tanaman sayur agar bisa panen setiap saat.

Baca juga: Tips Menanam Sayur di Rumah agar Bisa Panen Setiap Hari

Memilih jenis tanaman yang akan ditanam

Tanaman sayur jenisnya sangat beragam. Contoh sayuran yang cocok ditanam di pekarangan rumah, antara lain; bayam, kangkung, sawi, caisim, tomat, cabai, dan lain sebagainya.

Ilustrasi menanam sayuran di polybag. SHUTTERSTOCK/MARTINA SAPPE Ilustrasi menanam sayuran di polybag.
Jenis sayuran tersebut relatif mudah ditanam dan dirawat. Tak hanya itu, waktu panennya juga relatif singkat sehingga hasilnya bisa segera dinikmati.

Penyemaian

Setelah menentukan jenis sayuran yang akan ditanam, tahapan budidaya tanaman sayur berikutnya yaitu penyemaian.

Anda dapat membeli benih sayuran di toko pertanian terdekat. Setelah itu, lakukan penyemaian dengan langkah-langkah berikut ini.

Baca juga: Catat, Ini Kriteria Benih Tanaman Sayuran yang Bermutu

  1. Masukan media semai dalam wadah.
  2. Buat larikan atau alur menggunakan kayu atau sumpit, setelah itu isi dengan benih sayuran. Beri jarak antar benih agar mudah dipindahkan.
  3. Tutup kembali larikan tersebut dengan tanah tipis dan merata. Kemudian, letakan tisu di atas persemaian.
  4. Semprotkan air sampai tisu tersebut lembap dan simpan wadah berisi benih di tempat yang ternaungi.
  5. Setelah 4-5 hari, ambil tisu dan pindahkan persemaian ke tempat yang terkena sinar matahari langsung namun masih ternaungi.
  6. Cek kondisi persemaian setiap hari.
  7. Lakukan penyiraman apabila tanah atau media semai mulai kering.
  8. Setelah bibit sayur memiliki 4-6 daun, sudah bisa dipindahkan ke polybag, pot, atau ditanam di lahan terbuka.

Baca juga: 7 Tanaman Sayuran yang Cepat Panen, Apa Saja?

Pindah tanam dan perawatan tanaman

Salah satu cara menanam sayur di rumah yang mudah yaitu menanam di dalam pot atau polybag. Cara menanam ini mudah dilakukan dan perawatannya pun praktis. Adapun cara menanam sayuran di dalam pot, seperti berikut:

Ilustrasi berkebun, menanam sayuran. PEXELS/GRETA HOFFMAN Ilustrasi berkebun, menanam sayuran.

  1. Letakan kerikil, styrofoam, atau pecahan bata merah pada dasar pot.
  2. Kemudian, isi media tanam dari campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir.
  3. Setelah itu, buat lubang tanam dan letakan bibit sayur pada lubang tanam tersebut.
  4. Tutup lubang tanam sembari dipadatkan agar bibit tidak mudah rebah.
  5. Lakukan penyiraman sampai media tanam lembap dan letakan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Setelah tanaman tumbuh, lakukan pengecekan secara rutin. Apabila dijumpai gulma atau tanaman liar yang tumbuh di pot, maka buang gulma tersebut.

Baca juga: 4 Cara Mananam Sayuran di Lahan Sempit

Selain itu, berikan pemupukan susulan dengan cara ditaburkan di media tanam. Pemupukan bermanfaat untuk menambah kesuburan media tanam yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.

Pemanenan

Waktu panen tanaman sayuran berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Umumnya, sayuran bisa dipanen pada saat tanaman berumur satu bulan.

Cara panennya juga berbeda-beda. Anda bisa memanen dengan cara memetik buah atau daunnya.

Selain itu, bisa juga dengan mencabut tanaman hingga ke akarnya, seperti pada pemanenan kangkung, pakcoy, sawi, dan beberapa tanaman lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau