Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Agar Pohon Durian Berbuah Lebat

Kompas.com, 12 November 2022, 09:25 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat menanam durian, kita pasti menginginkan tanaman tersebut tumbuh dengan baik dan memiliki banyak buah. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman, salah satunya perawatan yang diberikan.

Pohon durian akan berbuah dengan lebat, apabila perawatan tanaman dilakukan secara optimal. Lantas bagaimana cara agar pohon durian berbuah lebat?

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (12/11/2022), berikut sejumlah tips yang bisa Anda ikuti.

Baca juga: Bagaimana Cara Memaksa Durian Cepat Berbuah? Ini Jawabannya

Lakukan pemupukan dengan tepat

Ilustrasi tanaman durian yang siap panenShutterstock/ME Image Ilustrasi tanaman durian yang siap panen

Pemupukan merupakan kegiatan memberikan nutrisi pada tanaman. Untuk tanaman durian, pemupukan dilakukan beberapa kali sesuai dengan fase pertumbuhannya.

Jenis dan dosis pupuk yang diberikan juga berbeda-beda. Pada pemupukan pertama, tanaman durian diberi pupuk kandang dan kapur dolomit.

Pemupukan kedua, diberikan pupuk tinggi unsur fosfor (P), unsur kalium (K) dengan kadar sedang, dan unsur nitrogen (N) yang rendah. Sementara itu, pada pemupukan ketiga tanaman diberi pupuk dengan kadar P sedang, K tinggi, dan N sangat rendah atau tanpa unsur N.

Baca juga: Cara Pemupukan Durian Musang King supaya Buahnya Banyak

Selain itu, agar pohon durian berbuah lebat juga disarankan untuk memberikan pupuk tambahan berupa pupuk daun dan pupuk KNO3.

Atur jumlah buah dan bakal buah

Kegiatan pemeliharaan tanaman ini bertujuan agar jumlah buah yang dihasilkan optimal dan sesuai dengan kemampuan tanaman menopang buah tersebut. Dengan demikian, buah durian bisa berkembang dengan maksimal.

Pengelolaan pengairan dan drainase yang baik

Air menjadi kebutuhan primer bagi makhluk hidup, termasuk tanaman. Air dapat menunjang pertumbuhan tanaman.

Agar tanaman durian bisa tumbuh dengan baik, maka pastikan kebutuhan air tercukupi. Umumnya, setiap tanaman durian memerlukan air sekitar 3 sampai 5 liter per kubik.

Ilustrasi durian musang king.SHUTTERSTOCK/BARLYPRODUCTION Ilustrasi durian musang king.

Akan tetapi, jumlah tersebut harus dikurangi menjelang tanaman berbunga dan pemasakan buah. Selain mencukupi kebutuhan air, pastikan juga sistem drainase berfungsi dengan baik.

Baca juga: 4 Cara Mempercepat Pertumbuhan Durian

Sistem drainase yang baik berguna untuk mencegah tanaman tidak tergenang saat musim hujan. Pastikan selalu mengecek parit di sekitar lahan dan pastikan air tidak menggenang di sekitar tanaman.

Lakukan pemangkasan secara berkala

Pemangkasan bisa membuat tanaman lebih produktif. Pemangkasan bisa membuat tajuk terdistribusi merata, penerimaan cahaya matahari lebih optimal, dan percabangan tanaman teratur. Kondisi ini membuat tanaman lebih mudah untuk menopang buah durian.

Mengendalikan hama dan penyakit dengan cepat dan tepat

Serangan hama dan penyakit bisa menyebabkan produktivitas tanaman menurun. Maka dari itu, sebelum tanaman terserang hama dan penyakit, sebaiknya lakukan berbagai upaya mencegahan.

Baca juga: Cara Merawat Pohon Durian agar Berbuah Lebat

Apabila sudah ditemukan gejala serangan hama maupun penyakit, segeralah untuk mengatasinya dengan cara yang efekif dan efisien.

Itulah beberapa tips agar pohon durian berbuah lebat. Anda dapat mengikuti tips di atas supaya tanaman durian yang dibudidayakan tumbuh dengan baik dan mampu menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau