Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Nangka dari Biji dan Perawatannya

Kompas.com, 7 Desember 2022, 10:12 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Nangka merupakan buah yang banyak disukai karena daging buahnya yang empuk, rasanya manis, dan aromanya harum. Di dalam buah nangka terdapat biji yang ukurannya cukup besar.

Saat mengonsumsi buah nangka, sebaiknya tidak membuang bijinya ke tempat sampah. Pasalnya, biji buah nangka ternyata bisa ditanam kembali.

Cara menanam nangka dari biji cukup mudah. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (7/12/2022), berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Cara Menanam Nangka agar Cepat Berbuah Lebat

Menyemai biji nangka

Ilustrasi nangka, pohon nangka. SHUTTERSTOCK/PORING STUDIO Ilustrasi nangka, pohon nangka.

Biji nangka yang akan ditanam harus disemai terlebih dahulu. Pastikan biji yang akan disemai merupakan biji dari buah yang sudah tua dan matang.

Biji tersebut kemudian dicuci bersih, setelah itu dijemur selama 2 jam. Saat proses penjemuran selesai, biji perlu direndam dalam air hangat selama 2 hari.

Sembari menunggu biji direndam, Anda bisa menyiapkan polybag yang diisi dengan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Berikutnya, biji nangka yang sudah direndam bisa ditanam atau dibenamkan ke dalam media semai.

Baca juga: Cara Budidaya Pohon Nangka Mini, Bisa Berbuah Terus-menerus

Lakukan penyiraman secara rutin. Biji tersebut akan tumbuh menjadi bibit. Ketika tinggi bibit sudah sekitar 60 sampai 70 cm dan diameter batangnya mencapai 1,5 cm, maka bibit siap untuk dipindahkan ke lahan.

Persiapan lahan tanam

Pohon nangka sebaiknya ditanam pada lahan yang cukup luas karena tajuk dan akar tanaman ini cukup besar. Lahan yang akan digunakan untuk menanam nangka kemudian di lubangi dengan kedalaman 50 sampai 60 dengan ukuran sekitar 60 x 60 cm. Setelah itu, tambahkan pupuk kandang pada lubang tanam dan diamkan selama 3 minggu.

Ilustrasi pohon nangka, menanam nangka. SHUTTERSTOCK/ILYAS KALIMULLIN Ilustrasi pohon nangka, menanam nangka.

Pindah tanam

Cara menanam nangka cukup mudah yaitu dengan meletakkan bibit pada lubang tanam yang sudah dibuat. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan tanah galian dan padatkan. Kemudian, lakukan penyiraman agar bibit tumbuh dengan baik.

Pemeliharaan tanaman

Selain penyiraman, kegiatan perawatan lain juga diperlukan agar tanaman nangka tumbuh dengan baik. Beberapa kegiatan perawatan yang dibutuhkan, antara lain;

Baca juga: Simak, Cara Merawat Pohon Nangka agar Cepat Berbuah

  • Penyiangan: membersihkan gulma yang tumbuh disekitar pohon nangka.
  • Pemupukan susulan: dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 6 bulan.
  • Pengendalian hama dan penyakit: dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai anjuran.

Panen

Tanaman nangka biasanya mulai berbuah saat berumur 6 sampai 7 tahun. Cara panen buah nangka cukup mudah yakni dengan memotong pangkal buah yang sudah matang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau