Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata, Ini Manfaat Daun Katuk untuk Ternak Unggas

Kompas.com, 14 Desember 2022, 14:20 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Katuk adalah salah satu tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Selain itu, katuk juga mudah ditanam di halaman rumah atau pekarangan rumah.

Namun, tahukah Anda, sebetulnya daun katuk juga bisa dijadikan pakan hijauan untuk ternak unggas.

Dikutip dari laman Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, Rabu (14/12/2022), ada dua jenis katuk yang bisa Anda jumpai, yakni katuk hijau dan katuk merah.

Baca juga: Olahan Jagung: Bisa Jadi Pemanis hingga Pakan Ternak

Ilustrasi tanaman katuk, daun katuk. SHUTTERSTOCK/NTDANAI Ilustrasi tanaman katuk, daun katuk.

Katuk hijau sering dikonsumsi karena sangat mudah ditemukan, sedangkan katuk merah terbilang sulit ditemukan sehingga jarang digunakan.

Daun katuk sangat kaya vitamin A dan C. Selain itu, katuk juga mengandung mineral, kalsium, fosfor, dan zat besi. Katuk sering digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu dan susu hewan ternak.

Berikut beberapa manfaat daun katuk sebagai pakan unggas.

1. Meningkatkan karkas daging dan menekan kolesterol

Penelitian tersebut mengungkapkan kandungan luar biasa pada tanaman katuk yang dapat menekan kadar kolesterol. Selain memiliki kemampuan menekan kadar lemak, daun katuk bisa meningkatkan kualitas karkas daging.

Baca juga: Kulit Singkong Bisa Jadi Pakan Ternak, Ini Cara Membuatnya

Kandungan dalam daun katuk ini antara lain flavonoid, saponin, dan tannin. Ketiganya adalah kandungan yang berkhasiat menurunkan lemak.

2. Mengandung antioksidan

Selain sebagai penurun lemak dan penekan kadar kolesterol, manfaat daun katuk lainnya adalah sumber antioksidan yang mampu mencegah terjadinya oksidasi dalam tubuh. Bila dibiarkan, oksidasi ini bukan tidak mungkin akan berakibat menimbulkan radikal bebas.

Ilustrasi ayam, memelihara ayam. PIXABAY/KLIMKIN Ilustrasi ayam, memelihara ayam.

3. Meminimalisir risiko penyakit jantung dan kanker

Dengan rutin mengonsumsi daging rendah lemak ataupun rendah kolesterol, secara tidak langsung risiko terserang penyakit jantung dan kanker bisa diminimalisir.

4. Formula ekstrak katuk untuk unggas pedaging

Pemberian ekstrak daun katuk sebanyak 9 gram ke dalam 1 kg pakan ternak unggas pedaging, misalnya ayam broiler, itik, ataupun burung puyuh, berkemampuan mengurangi kadar lemak secara signifikan.

Baca juga: 6 Jenis Rumput yang Bisa Jadi Pakan Ternak Bergizi

5. Formula ekstrak katuk untuk unggas petelur

Cara pemberian campuran ekstrak katuk untuk unggas petelur sama dengan cara pemberian untuk unggas pedaging. Pemberian tersebut memiliki hasil positif dalam mengurangi kadar kolesterol hingga 40 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau