Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budidaya Wortel yang Benar agar Panennya Melimpah

Kompas.com, 18 Desember 2022, 10:51 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Wortel merupakan salah satu sayuran umbi yang kaya vitamin A sehingga bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh. Sayuran ini banyak disukai karena rasanya yang manis dan bisa diolah menjadi berbagai jenis menu makanan.

Peminat yang cukup tinggi membuat wortel menjadi komoditas sayur yang prospektif. Akan tetapi, untuk menghasilkan sayur wortel yang bernilai jual tinggi, teknik budidaya wortel harus dilakukan dengan benar.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (18/12/2022), berikut penjelasan seperti cara menanam wortel yang benar agar panennya melimpah.

Baca juga: Cara Menanam Wortel di Dataran Rendah dari Benih Berkualitas

Menyiapkan lahan

Ilustrasi menanam wortelShutterstock/OlegDoroshin Ilustrasi menanam wortel

Lahan yang akan digunakan untuk menanam wortel harus diolah terlebih dahulu. Setelah itu, buat bedengan yang ukurannya disesuaikan dengan luas dan kondisi lahan.

Penanaman

Tahapan budidaya wortel lainnya yaitu penanaman. Biji wortel dapat ditanam secara langsung di bedengan atau disemai terlebih dahulu kemudian dipindahkan ke lahan.

Perlu diketahui bahwa biji wortel berukuran sangat kecil, sehingga biji biasanya dicampur dengan lempung agar terbentuk butiran yang lebih besar dan mempermudah penanaman.

Baca juga: 5 Langkah Menanam Wortel dari Benih

Sementara itu, benih perlu direndam dalam fungisida maupun air panas untuk mencegah penularan patogen penyebab penyakit tular benih.

Biji tersebut kemudian ditanam pada bedengan sedalam 3 sampai 5 cm. Benih wortel kemudian ditutup tipis menggunakan tanah.

Pemupukan

Dalam budidaya wortel perlu dilakukan pemupukan untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Sementara itu, pupuk buatan yang dapat diberikan pada tanaman wortel yaitu pupuk Urea, TSP, dan KCl.

Ilustrasi panen wortelShutterstock/alicja neumiler Ilustrasi panen wortel

Pengairan

Selain pemupukan, lakukan juga pangairan agar tanaman tumbuh dengan baik. penyiraman bisa dilakukan 1 hingga 2 kali sehari. Cara menyiram tanaman wortel bisa dengan menggenangi parit yang ada di samping bedengan.

Baca juga: Cara Menanam Wortel dari Umbi Dalam Pot

Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat berasal dari kelompok gulma, hama, maupun patogen penyebab penyakit. Pengendalian OPT bisa dilakukan secara fisik, mekanis, biologi, maupun kimiawi. Akan tetapi, pengendalian kimiawi sebaiknya dipilih saat serangan sudah sangat masif dan berisiko menyebabkan gagal panen.

Pemanenan

Tanaman wortel umumnya sudah bisa dipanen saat berumur 100 hari atau tergantung pada varietas yang ditanam. Penen wortel harus dilakukan tepat waktu agar umbi tidak berkayu. Cara panen wortel dilakukan dengan mencabut tanaman sampai umbinya terangkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau