Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tahap Menanam Buah Naga di Pot, Bisa Dilakukan di Lahan Sempit

Kompas.com, 25 Januari 2023, 09:30 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Budidaya buah naga kini bisa dilakukan di dalam pot. Teknik menanam buah ini dikenal sebagai tabulampot atau tanam buah dalam pot.

Menanam buah naga di pot bisa menjadi solusi untuk Anda yang ingin menanam tanaman, namun tidak memiliki lahan luas. Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (25/1/2023), berikut ini cara menanam buah naga di pot dengan mudah.

Persiapan alat dan bahan

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menunjang semua proses menanam buah naga di pot meliputi:

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga di Pot agar Cepat Berbuah

  • Pot tanaman
  • Sekop kecil
  • Gembor penyiram
  • Sarung tangan
  • Pupuk kandang
  • Tanah
  • Bibit buah naga

Tanaman buah nagaPixabay/lequangutc89 Tanaman buah naga

Pemilihan dan perbanyakan bibit

Buah naga secara umum diperbanyak dengan cara stek batang, walaupun sebenarnya dapat diperbanyak dari biji. Stek batang banyak dipilih karena mudah dan dapat menghasilkan bibit dalam waktu cepat.

Tanaman buah naga yang sehat dan memiliki produktivitas tinggi, dipilih sebagai calon induk bibit. Potong batang tanaman sepanjang 20 hingga 30 cm. Setelah getahnya kering, tanam batang stek tersebut pada media tanam. Tunggu sekitar 3 minggu, dan bibit siap dipindah ke pot yang lebih besar.

Baca juga: Panduan Menanam Buah Naga agar Cepat Berbuah

Penanaman

Setelah semua persiapan dilakukan, sekarang waktunya untuk melakukan penanaman. Cara menanam buah naga di pot sebagai berikut:

  • Campurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 secara merata.
  • Masukkan media tanam tersebut kedalam pot tanaman.
  • Buat lubang tanam pada media tanam sedalam 3 hingga 5 cm.
  • Tanam bibit buah naga dan tutup dengan tanah.
  • Lakukan perawatan secara rutin.

Pemupukan

Pertumbuhan tanaman buah naga, akan baik jika unsur hara yang dibutuhkan terpenuhi. Kandungan unsur hara pada media tanam, harus ditambahkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menanam Buah Naga yang Benar? Ini Penjelasannya

Pupuk yang digunakan harus memiliki kandungan NPK yang lengkap. Jenis pupuk yang bisa diaplikasikan pada tanaman buah naga, antara lain; pupuk organik cair, phonska, urea dan Sp-36.

Ilustrasi buah naga, pohon buah naga, tanaman buah naga.SHUTTERSTOCK/SOMCHAI DISSALUNG Ilustrasi buah naga, pohon buah naga, tanaman buah naga.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Serangan organisme pengganggu tanaman seperti hama dan penyakit dapat menyerang kapanpun. Oleh sebab itu, harus dilakukan pencegahan sedari awal.

Pencegahan organisme pengganggu tanaman dapat menggunakan perangkap seperti yellow trap maupun feromon sex. Jika serangan semakin serius, maka Anda dapat mengaplikasikan pestisida kimia sesuai dosis yang dianjurkan.

Baca juga: Simak, Tips Sukses Merawat Pohon Buah Naga

Panen

Tanaman buah naga mulai berbunga pada umur 10 hingga 12 bulan. Dari awal muncul bunga sampai buah siap dipetik memerlukan waktu kurang lebih 50 sampai 60 hari.

Ciri buah naga siap panen yaitu memiliki warna merah terang dan memiliki ukuran yang besar. Cara panennya yaitu cukup memetik buah naga dari tangkainya dengan tangan maupun gunting.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau