Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri-ciri Daun Padi Terkena Bakteri Patogen dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 19 Maret 2023, 17:56 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Gejala serangan bakteri patogen pada tanaman padi bisa ditemukan di seluruh bagian tanaman, tak terkecuali daun padi. Salah satu bakteri yang menyerang tanaman padi yaitu bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae penyebab penyakit kresek atau hawar daun bakteri.

Ciri-ciri daun padi terkena bakteri

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (10/3/2023), secara umum ciri ciri padi terkena padi bisa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu gejala layu atau kresek, gejala hawar, dan gejala daun menguning.

Baca juga: Inilah Ciri-ciri Batang Padi yang Terserang Hama dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi tanaman padi. FREEPIK/SUKSAO Ilustrasi tanaman padi.

Gejala layu atau kresek biasanya ditemukan pada tanaman muda yang umurnya baru 1 hingga 2 minggu setelah tanam atau tanaman dewasa yang rentan. Awalnya, daun akan memiliki garis bercak kebasahan pada tepi atau bagian yang luka.

Bercak tersebut akan terus meluas hingga menyebabkan daun keriput dan akhirnya layu. Jika air irigasi tinggi, maka tanaman yang layu akan terendam air dan akhirnya busuk.

Pada tanaman yang peka terhadap serangan bakteri, gejala bisa menyebar ke seluruh bagian daun dan menyebabkan pelepah padi mengering. Di pagi hari saat cuaca lembap, maka eksudat bakteri akan keluar ke permukaan daun dan bisa menular ke tanaman lain lewat perantara angin, gesekan daun, atau percikan air hujan.

Baca juga: Gejala Penyakit Blas Tanaman Padi Saat Musim Hujan dan Pencegahannya

Sementara itu pada serangan yang sudah berat, daun padi akan terlihat mengering. Waktu yang dibutuhkan bakteri untuk membuat tanaman mengering hanya sekitar 30 hari.

Pengendalian hawar daun bakteri

Serangan bakteri patogen pada tanaman padi harus dilakukan sesegera mungkin agar serangannya tidak meluas. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini, seperti berikut:

  1. Pengeringan secara berkala.
  2. Penggunaan pupuk kalium secara seimbang.
  3. Penanaman varietas tahan.
  4. Menanam padi dengan sistem jajar legowo.
  5. Melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan.
  6. Pemusnahan tanaman yang terserang.
  7. Perlakuan benih sebelum ditanam.
  8. Aplikasi bakterisida sesuai dosis yang dianjurkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau