Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Oregano, Tanaman Rempah yang Aromanya Khas

Kompas.com, 26 Maret 2023, 21:23 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Oregano adalah jenis tumbuhan rempah yang sering digunakan sebagai bumbu dapur. Tanaman ini memiliki aroma dan cita rasa yang khas sehingga sering digunakan dalam masakan Eropa.

Selain itu, oregano juga dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan, perut, dan kulit. Oregano berasal dari daerah Mediterania seperti negara-negara di benua Eropa.

Akan tetapi, saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi salah satu rempah-rempah yang paling dibutuhkan. Tanaman oregano tumbuh subur di daerah dengan iklim hangat dan lembap di dataran tinggi maupun rendah.

Baca juga: Cara Menanam Rosemary, Bisa Dipanen Berulang Kali

Mengutip dari The Old Farmer’s Almanac, Minggu (26/3/2023), berikut cara menanam oregano dengan mudah.

Ilustrasi tanaman oregano.PIXABAY/HansLinde Ilustrasi tanaman oregano.

Menyiapkan benih berkualitas

Pemilihan benih yang berkualitas akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman oregano. Benih yang berkualitas memiliki daya kecambah 80 hingga 95 persen.

Benih sebaiknya berasal dari varietas unggul, dapat tumbuh diberbagai wilayah, dan sertifikat keaslian di kemasannya. Benih tanaman oregano disemai terlebih dahulu sebelum ditanam.

Penyemaian benih bisa dilakukan pada tray semai yang sudah diberi media tanam.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Kemangi dari Biji

Penanaman oregano

Oregano bisa ditanam dimana saja, tak terkecuali di dalam pot. Penanaman oregano dalam pot bisa dilakukan dengan mudah.

Cara cukup dengan menyiapkan media tanam berupa tanah dan kompos. Kemudian, isi pot dengan media tanam tersebut. Letakkan benih pada media tanam dan tutup benih tersebut.

Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan air pada media tanam, sampai cukup basah. Lakukan penyiraman minimal satu kali dalam sehari.

Pembersihan rumput liar

Rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman oregano harus dibersihkan secara rutin. Pembersihan rumput liar dilakukan dengan cara mencabutnya secara manual maupun menggunakan herbisida.

Tanaman oreganoPixabay/photosforyou Tanaman oregano

Pemupukan

Pemupukan terbagi menjadi dua yakni pemupukan dasar dan susulan. Pupuk dasar memiliki fungsi untuk membentuk akar, batang, dan daun pada fase awal pertumbuhan.

Sedangkan pupuk susulan berfungsi untuk memacu pertumbuhan tanaman supaya lebih subur. Jenis pupuk yang dapat diberikan sebagai pupuk susulan yaitu pupuk NPK grower.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Oregano dengan Mudah

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan dengan cara memasang perangkap seperti yellow trap ataupun feromon sex. Akan tetapi, saat serangan mulai meluas, Anda bisa menggunakan pestisida sesuai dosis yang dianjurkan.

Pemanenan

Pemanenan oregano dapat dilakukan berkali-kali. Pemanenan oregano dilakukan dengan cara memotong pucuk daun menggunakan gunting maupun tangan.

Pucuk yang telah dipotong akan tumbuh pucuk lagi. Oleh karena itu, perawatan tanaman harus dilakukan secara rutin, supaya pucuk yang dipotong dapat tumbuh kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau