Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Jenis Apel dan Karakteristik yang Dimilikinya

Kompas.com, 2 April 2023, 15:24 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Apel merupakan buah yang banyak disukai. Buah ini memiliki rasa manis sedikit asam, dengan tekstur renyah.

Hingga kini, jenis buah apel sangat beragam. Namun, hanya beberapa jenis buah apel yang menguasai pasal lokal Indonesia.

Dilansir dari buku Khasiat dan Manfaat Apel, Minggu (2/4/2023), berikut ini beberapa varietas apel dan karakteristiknya.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Apel Hijau agar Buahnya Banyak

1. Rome beauty

Buah apel ini memiliki diameter 5 hingga 12 cm dengan berat antara 75 sampai 300 gram/buah. Apel ini memiliki bentuk bulat, walaupun ada beberapa apel rome beauty yang bentuknya jorong.

Apel ini memiliki sekat yang tidak nyata dengan bagian pucuk berlekuk dangkal hingga agak dalam. Buah apel ini memiliki kulit berpori agak kasar dan tebal.

Buah apel hijauPixabay/congerdesign Buah apel hijau
Aroma buahnya tidak tajam dan rasanya segar karena banyak mengandung air. daging buahnya kasar dengan warna kuning. Apabila ditanam dengan penyinaran yang cukup, maka warnanya merah.

Sementara itu, penanaman di daerah yang tidak terkena matahari berwarna hijau. Di Indonesia, buah apel ini dikenal dengan nama apel malang.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Apel agar Berbuah Banyak

2. Princess noble

Varietas apel lainnya yaitu princess noble. Jenis ini biasanya dikenal dengan nama apel hijau, meskipun ketika sudah matang warnanya bisa berubah menjadi kuning.

Buah apel ini memiliki bentuk jorong dengan pangkal dan pucuk melengkung ke dalam. Beratnya sekitar 175 gram.

Kulit buahnya halus dan daging buahnya berwarna putih, lembut, berair, dan beraroma kuat.

3. Manalagi

Buah apel ini memiliki bentuk buat dengan berat 75 hingga 150 gram/buah. Warna apel ini hijau muda kekuning dengan aroma harum dan segar.

Rasa buah ini manis dan tidak terlalu asam, meskipun belum matang. Daging buahnya berwarna putih, agak liat, dan sedikit air.

Baca juga: Cara Menanam Buah Pir di Kebun agar Berbuah Banyak

4. Red delicious

Ilustrasi buah apelMatheus Cenali Ilustrasi buah apel

Jenis apel ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Sesuai dengan namanya, buah apel ini memiliki kulit berwarna merah tua.

Bentuk buah ini lonjong dengan bagian pangkal mendatar dan sisi-sisinya bulat. Daging buahnya berwarna putih, mengandung banyak air, dan teksturnya renyah.

5. Gala atau royal gala

Buah apel gala merupakan hasil persilangan antara apel kidd's orange red x golden delicious. Bentuk buah ini cantik dengan ukuran sedang berwarna semburat kuning dan jingga kemerahan.

Tekstur daging buahnya renyah, mengandung banyak air, rasanya manis, dan aromanya wangi. Sementara itu, daging buah ini berwarna putih kekuningan.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Kiwi di Pot dengan Mudah

6. Fuji

Apel fuji juga termasuk varietas hasil persilangan dari jenis buah apel lainnya. Apel fuji berasal dari persilangan apel red delicious dan ralls janet yang dilakukan di Jepang.

Buah ini memiliki bentuk lonjong dengan warna kulit buah hijau kekuningan dan terdapat garis berwarna merah jingga. Di Jepang, buah ini memiliki kulit berwarna merah cerah.

Tetapi, saat dikembangkan di Indonesia warna buah ini menjadi merah hijau kecoklatan. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan kondisi iklim antara Jepang dan Indonesia.

Itulah beberapa jenis buah apel dan karakteristiknya. Selain keenam varietas yang sudah disebutkan, masih ada beberapa jenis apel lain dengan karakteristiknya masing-masing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau