Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Jambu Kristal di Pot

Kompas.com - 14/04/2023, 11:39 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Media tanam jambu kristal yang perlu disiapkan yaitu campuran tanah, pupuk kompos dan sekam padi dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Ilustrasi jambu kristal, menanam jambu kristal.SHUTTERSTOCK/NITAVIN Ilustrasi jambu kristal, menanam jambu kristal.

3. Penanaman

Jika semuanya sudah siap, segera lakukan penanaman. Masukkan media tanam ke dalam pot yang sudah disiapkan.

Baca juga: Begini Cara Okulasi Jambu Biji yang Benar

Kemudian setelah media tanam sudah dimasukkan kedalam pot, maka masukkan bibit jambu kristal ke dalam media tanam dan isi pot hingga penuh dan padatkan.

4. Perawatan tanaman

Agar tanaman jambu kristal tidak stres dan mati, lakukan penyiraman secara rutin dan berkala. Selain itu, lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman liar lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman jambu kristal di pot dengan menggunakan mesin pemotong maupun secara manual.

Lakukan pula pemupukan dengan mengggunakan pupuk NPK mutiara sebanyak satu sendok makan yang dicampurkan dengan air satu liter. Pemupukan sebaiknya dilakukan setiap satu bulan sekali.

Lakukan penyemprotan agar tanaman jambu kristal cepat tumbuh dengan menggunakan Gandasil D setiap 15 sampai 30 hari sekali hingga tanaman berumur 18 bulan. Setelah itu, dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan Gandasil B untuk merangsang pertumbuhan buah.

Baca juga: Cara Sambung Pucuk Jambu Biji agar Hasilkan Bibit Berkualitas

5. Panen jambu kristal

Untuk masa panen jambu kristal, kalian dapat lakukan setelah tanaman jambu kristal berumur 2 hingga 2,5 tahun. Cir-ciri jambu kristal siap panen adalah buah berwarna agak memutih dan berukuran besar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau