Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inilah 6 Cara agar Tanaman Cepat Bertunas

Kompas.com, 24 Mei 2023, 22:20 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com -Tunas merupakan bagian yang sangat penting dalam siklus kehidupan tumbuhan. Pasalnya, tunas menjadi titik awal pertumbuhan tanaman baru yang muncul dari biji, batang atau akar.

Tunas berperan dalam regenerasi dan pertumbuhan tumbuhan. Selain itu, tunas bertanggung jawab untuk membentuk daun baru, batang, bunga, atau buah.

Tunas terbentuk dari meristem yaitu jaringan aktif yang memperbanyak sel-sel baru dalam jumlah yang banyak.

Meskipun bisa tumbuh dengan sendirinya, kemunculan tunas bisa dipercepat dengan perlakuan tertentu. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini cara agar tanaman cepat bertunas.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Bonggol Aglonema agar Cepat Bertunas

1. Menggunakan media tanam yang sesuai

Media tanam merupakan tempat tanaman tumbuh dan berkembang. Dalam media terdapat air dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Media tanam yang suburShutterstock/Cheng Wei Media tanam yang subur

Penggunaan media yang tepat seperti campuran pupuk organik dan tanah, dapat membantu tanaman tumbuh dan menghasilkan tunas dengan cepat.

2. Pastikan tanaman terkena sinar matahari

Sinar matahari memegang peranan penting karena berfungsi sebagai faktor utama dalam proses fotosintesis. Maka dari itu, letakkanlah tanaman pada area yang terkena sinar matahari agar tanaman bisa tumbuh dengan maksimal.

3. Melakukan pemupukan secara rutin

Kandungan pupuk dalam media tanam, seiring berjalannya waktu akan berkurang. Agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga, harus dilakukan pemupukan secara rutin.

Gunakanlah pupuk seperti ZA, Phonska, Mutiara, dan Yara. Berikan kepada tanaman sesuai dosis yang dibutuhkan oleh tanaman.

Baca juga: 5 Tips Menyemai Benih agar Cepat Tumbuh

4. Kebutuhan air harus selalu terpenuhi

Kebutuhan air tanaman harus terpenuhi, terlebih lagi ketika musim kemarau. Tanaman yang kekurangan air, pertumbuhannya akan terhambat.

Penyiraman dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan air pada media tanam, sampai cukup basah. Lakukan penyiraman minimal sekali setiap harinya.

5. Memangkas cabang yang sudah tidak produktif

Cara agar tanaman cepat bertunas selanjutnya yaitu dengan memangkas cabang yang sudah tidak produktif. Ketika cabang tanaman dipangkas, akan muncul tunas tanaman pada ujung cabang yang telah dipangkas. Hal ini membuat tanaman lebih produktif karena terdapat regenerasi cabang produktif yang baru.

Baca juga: Jenis Pemangkasan Tanaman Rambutan agar Berbuah Banyak

6. Membuang daun yang layu

Daun yang sudah layu, berwarna kuning, atau mengering harus dibuang. Tujuan agar unsur hara yang diserap oleh tanaman dapat digunakan untuk pertumbuhan dan pembentukan tunas yang baru. Pembuangan daun ini harus dilakukan secara rutin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau