Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Melinjo yang Benar agar Cepat Tumbuh

Kompas.com, 14 Juni 2023, 16:15 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

Penanaman

Penanaman melinjo sebaiknya dilakukan di awal musim hujan. Cara menanam melinjo yaitu dengan meletakkan bibit melinjo pada lubang tanam yang sudah dibuat.

Kemudian, tutup lubang tanam dengan tanah dan padatkan agar tidak ada rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan. Tanaman yang masih muda perlu diberi penyanggah dari bambu agar tetap tumbuh dengan tegak.

Pemeliharaan tanaman

Meskipun mudah tumbuh, tanaman melinjo tetap butuh perawatan. Beberapa kegiatan perawatan yang diperlukan yaitu penyiraman, pemupukan, penyiangan, penyulaman, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Gnetum gnemon, salah satu spesies dari filum gnetonidaeBotBln Gnetum gnemon, salah satu spesies dari filum gnetonidae

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari selama 2 minggu setelah tanam. setelah itu, penyiraman cukup sehari sekali. Jangan lupa untuk mengatur dan mengecek saluran drainase agar tanaman tidak tergenang.

Baca juga: Pemupukan Tanaman Kacang Hijau agar Panennya Maksimal

Kemudian, berikan juga pupuk kandang dan pupuk buatan 2 kali setahun. Caranya dengan membuat lubang pemupukan sedalam 10 hingga 15 cm yang mengelilingi tajuk tanaman.

Berikan pupuk pada lubang tersebut, lalu timbun dengan tanah. Penyiangan atau pembersihan gulma juga perlu dilakukan agar lingkungan sekitar tempat tumbuhnya melinjo tetap bersih.

Apabila ditemukan bibit yang mati, segera ganti dengan bibit baru. Kegiatan penyulaman ini dilakukan sesegera mungkin setelah bibit mati.

Setelah pohon melinjo tumbuh tinggi, pangkas daun dan cabang yang kurang produktif. Tujuannya untuk mempermudah pengendalian hama dan penyakit, menjaga keseimbangan berat tanaman, dan memperbanyak bunga.

Baca juga: Cara Mengolah Biji Kakao Menjadi Coklat yang Rasanya Enak

Sementara itu, pengendalian hama dan penyakit disesuaikan dengan jenis hama maupun penyakit yang menyerang. Umumnya dikendalikan menggunakan pestisida.

Panen

Bagian tanaman melinjo yang dapat dipanen yaitu biji, bunga, dan daun. Biji melinjo biasanya menjadi bahan baku emping.

Biji melinjo harus dipanen saat sudah cukup umur. Sementara itu, bunga dan daun bisa dipanen kapan saja.

Namun, untuk mendapatkan buah dan biji yang baik dan banyak, sebaiknya bunga tidak dipanen karena akan menurunkan produksi buah. Pohon melinjo bisa dipanen setelah berumur 5 hingga 6 tahun dan dapat dipanen 2 kali dalam setahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau