Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Hama Tanaman Strawberry yang Merusak Tanaman

Kompas.com, 18 Juni 2023, 20:23 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kendala dalam budidaya strawberry yaitu serangan hama tanaman. Hama-hama tersebut bisa menyerang bagian daun maupun buahnya.

Serangan hama dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Bahkan, pada taraf yang parah tanaman bisa gagal panen atau mati.

Lantas, apa saja jenis hama tanaman strawberry? Mengutip dari situs Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Minggu (18/6/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Ketahui Penyebab Busuk Buah Strawberry dan Gejalanya

1. Ulat grayak

Ulat grayak adalah serangga yang paling mudah ditemukan pada tanaman hortikultura, tak terkecuali pada tanaman stroberi. Ulat ini menyerang bagian daun tanaman.

Ilustrasi buah strawberry busukShutterstock/J.J. Gouin Ilustrasi buah strawberry busuk

Hama tersebut akan memakan daunnya sampai habis. Jenis ulat grayak sangat beragam. Ulat grayak yang menyerang tanaman strawberry yaitu Spodoptera litura. Hama ini banyak dijumpai saat musim kemarau.

2. Slug

Slug merupakan nama lain dari bekicot tanpa cangkang. Slug biasanya menyerang tanaman pada malam dan pagi hari dan akan bersembunyi pada siang harinya.

Slug menyerang buah strawberry dengan cara menggigit dan melubang buah. Lendir dari hama ini juga bisa membuat buah busuk.

Serangan slug semakin meningkat pada kondisi lembap di musim hujan. Serangan berat bisa membuat seluruh buah habis dimakan.

Baca juga: Cara Menanam Strawberry di Daerah Panas

3. White weevil

White weevil merupakan jenis kumbang yang sering memakan daun strawberry. Serangan hama tanaman strawberry ini menyebabkan daun berlubang. Sama seperti slug, hama ini juga banyak dijumpai pada pagi hari dan bersembunyi di siang hari.

4. Siput

Tak hanya menyerang tanaman padi, siput juga bisa menyerang tanaman strawberry. Di kebun strawberry, siput bisa menimbulkan kerusakan berat karena populasinya cukup banyak.

Siput biasanya memakan buah strawberry hingga habis. Berbeda dengan slug yang menimbulkan bekas berupa lubang, siput justru bisa menghilangkan sebagian buah atau seluruh bagian buah.

5. Aphid

Aphid atau kutu hitam merupakan hama yang menyerang daun muda dan pucuk tanaman. Hama ini banyak menyerang saat musim kemarau.

Baca juga: Cara Menanam Strawberry Hidroponik, Tak Perlu Lahan Luas

Daun yang terserang hama ini akan mengkerut. Hama ini menjadi vektor virus. Pada serangan hebat, tanaman menjadi kerdil.

Ilustrasi busuk buah strawberryShutterstock/Kittisak Chysree Ilustrasi busuk buah strawberry

6. Penggerek buah

Hama tanaman strawberry lainnya yaitu penggerek buah. Hama ini bisa membuat buah busuk. Meningkatnya populasi dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kotor dan banyak sisa tanaman.

7. Uret

Uret berada di tanah dan akan memakan perakaran tanaman. Hama ini banyak ditemukan saat musim hujan.

Serangan uret akan membuat akar tanaman strawberry rusak karena dimakan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tanaman terhambat. Serangan yang parah membuat tanaman strawberry mati yang ditandai dengan layu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau