Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Jenis Tanaman Hias Penyerap Polutan, Bisa Ditanam di Halaman Rumah

Kompas.com, 8 Juli 2023, 09:43 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Polutan adalah zat atau bahan yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Tak hanya itu, polutan juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan manusia.

Maka dari itu, perlu upaya khusus untuk mengurangi polusi. Salah satu caranya yaitu dengan menanam tanaman hias penyerap polutan.

Mengutip dari buku Informasi Teknis Budidaya Tanaman Pot dan Lansekap: Seri Tanaman Hias Potensial Penyerap Polutan, Sabtu (8/7/2023), berikut ini beberapa jenis tanaman hias yang bisa menyerap polutan.

Baca juga: Mengenal Tanaman Adam Hawa, Tanaman Hias yang Bisa Menyerap Polutan

1. Azalea putih

Azalea putih adalah tanaman hias yang berada di sekitar kita baik dalam maupun luar ruangan. Bunga ini membutuhkan penyinaran cahaya penuh dengan kelembapan udara antara 50 sampai 80 persen.

Tanaman ini bisa dengan mudah dibudidayakan karena bisa diperbanyak dengan berbagai cara seperti stek tunas, penyambungan, cangkok, dan perbanyakan menggunakan biji.

Tanaman bunga bugenvil merahShutterstock/mrLebong Tanaman bunga bugenvil merah

2. Bugenvil merah

Selain azalea putih, tanaman hias penyerap polutan lainnya yaitu bugenvil merah. Tanaman ini diketahui bisa menyerap polutan Nitrogen dioksida (NO2).

Tanaman ini cocok tumbuh di daerah yang cahaya mataharinya panuh. Namun, bugenvil merah juga tetap toleransi terhadap lingkungan agak teduh.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Sedap Malam, Laku di Pasaran Jadi Bunga Potong

3. Dracaena

Tanaman lain yang juga bisa menyerap polutan yaitu dracaena. Tanaman ini bisa mendekomposisi benzena, trichloroethylene, dan formaldehid.

Tanaman hias ini bisa tumbuh di ketinggian 50 sampai 1500 mdpl dengan intensitas cahaya setengah teduh. Sementara itu, kelembapan dan temperatur yang sesuai yaitu 40 hingga 85 persen dan 15 sampai 27 derajat Celcius.

4. Hanjuang

Hanjuang merupakan tanaman hias yang bisa menyerap bahan berbahaya trichloroetilen, benzena, dan NO2. Tanaman ini bisa tumbuh di intensitas cahaya setengah teduh.

Sementara itu, ketinggian tempat yang cocok untuk tumbuhan ini yaitu 50 sampai 1500 mdpl dengan kelembapan antara 80 sampai 100 persen.

5. Kembang sepatu

Kembang sepatu termasuk tanaman hias yang indah dan populer. Tanaman ini biasanya tumbuh di halaman rumah.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Sepatu di Rumah dengan Mudah

Selain bentuk dan warnanya indah, bunga ini juga bisa menyerap nitrogen. Namun, sebaiknya bunga ini tidak diletakkan di sekitar ruang radiografi karena bisa meneruskan radiasi, sehingga berbahaya bagi orang yang ada di sekitar tempat tersebut.

Itulah beberapa jenis tanaman hias penyerap polutan yang bisa ditanam di sekitar rumah. Selain itu, masih ada beberapa jenis tanaman hias lain yang dapat membuat lingkungan lebih bersih dan sehat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau