Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bunga Telang di Pot, Mudah dan Minim Perawatan

Kompas.com - 26/06/2023, 14:56 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bunga telang merupakan salah satu jenis bunga yang bisa dimakan. Bunga telang biasanya diolah menjadi minuman segar atau ditambahkan dalam makanan sebagai pewarna karena memiliki warna ungu yang menarik.

Sama seperti tanaman bunga lainnya, bunga telang juga mudah dibudidayakan. Bahkan, tanaman ini bisa ditanam di dalam pot.

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (26/6/2023), berikut cara menanam bunga telang di pot dengan mudah.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Telang agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbunga

Proses penanaman

Proses penanaman bunga telang diawali dengan menyiapkan media tanam. Cukup campurkan tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.

Bunga telangShutterstock/Afi Hermatova Bunga telang

Kemudian, masukkan media tanam dalam pot. Lalu, basahi media tanam dengan air sampai lembat. Sementara itu, biji bunga telang yang akan ditanam perlu direndam terlebih dahulu dalam air bersih selama 12 jam.

Selanjutnya, taburkan biji pada media tanam dan tutup dengan media tanam. Setelah 1 sampai 2 minggu, biji bunga telang mulai berkecambah. Lalu, biarkan 5 minggu dan pindahkan tanaman telang ke pot yang lebih besar.

Perawatan tanaman

Cara merawat bunga telang sebenarnya tidak sulit. Bahkan, tanaman ini membutuhkan banyak pupuk karena tanaman ini banyak mengandung nitrogen.

Baca juga: 9 Bunga yang Bisa Dimakan dan Memiliki Manfaat Kesehatan

Bahkan, tanaman ini bisa membuat tanaman di sekitarnya tumbuh subur. Meskipun demikian, tanaman ini perlu tetap disiram terutama ketika musim kemarau. 

Tak hanya itu, bunga telang juga perlu diberi lanjaran atau ajir karena tanaman ini tumbuh merambat. 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau