Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri-ciri Tanaman Sagu Siap Panen, Apa Saja?

Kompas.com, 12 Juli 2023, 12:08 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sagu merupakan salah satu tanaman pangan yang tumbuh di Indonesia. Tanaman ini bisa menjadi bahan pangan alternatif pengganti nasi.

Berbeda dengan padi dan jagung yang memiliki batang pendek, tanaman sagu justri mempunyai batang yang tingginya bisa mencapai 15 meter.

Nantinya, batang tanaman ini yang akan dipanen dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Lantas, apa ciri-ciri tanaman sagu yang siap panen? Temukan jawabannya pada penjelasan berikut ini.

Baca juga: Cara Budidaya Sagu, Bisa Jadi Subsitusi Pangan

Ciri tanaman sagu siap dipanen

Masa panen tanaman sagu biasanya dilakukan saat berumur 6 hingga 7 tahun. biasanya ditandai dengan ujung batang mulai bengkak dan diikuti dengan keluarnya selubung bunga dan pelepah daun berwarna putih.

Ilustrasi tanaman sagu.Shutterstock/ISEN STOCKER Ilustrasi tanaman sagu.

Tinggi tanaman sagu yang siap panen yaitu antara 10 sampai 15 cm dengan diameter 60 sampai 70 cm dan tebal kulit luar 10 cm. Sementara itu, tebal kulitnya mencapai 50 hingga 60 cm.

Ciri pohon sagu siap panen juga bisa dilihat dari perubahan daun, duri, pucuk, dan batang. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (12/7/2023), di Maluku penentuan waktu panen sagu bisa dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

1. Tingkat wela atau putus duri

Fase ini terjadi saat sebagian duri pada pelepah daun mulai hilang. Kematangannya belum sempurna dan kandungan acinya masih tergolong rendah. Namun dalam kondisi terpaksa, pada fase ini pohon sudah bisa dipanen.

Baca juga: Tahapan Pasca-panen Jewawut dari Pengeringan sampai Penyimpanan

2. Tingkat maputih

Tingkatan ini ditandai dengan pelepah daun yang mulai menguning dan duri pada pelepah hampir seluruhnya hilang, kecuali pada bagian pangkal yang masih tersisa sedikit. Daun mulai pada fase ini juga berukuran semakin pendek dan kecil.

Di tingkat ini, sagu jenis Metroxylon rumphii Martius sudah bisa dipanen karena kandungan acinya sangat tinggi

3. Tingkat maputih masa atau masa jantung

Tingkat maputih masa ditandai dengan pelepah daun yang telah menguning sepenuhnya dan kuncup bunga mulai muncul. Pada fase ini, kandungan aci mulai padat dari pangkal sampai ujung batang. Fase maputih masa merupakan waktu yang tepat untuk panen sagu ihur.

Baca juga: Simak, Cara Panen Porang yang Benar agar Kualitas Umbinya Terjaga

4. Fase siri buah

Fase siri buah merupakan tingkat kematangan yang terakhir. Pada fase ini, kuncup bunga sagu telah mekar dan bercabang menyerupai tanduk rusa.

Buahnya juga sudah mulai terbentuk. Fase siri buah merupakan fase yang paling tepat untuk memanen sagu jenis Metroxylon longispinum Martius.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau