Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Menanam Pepaya Premium yang Nilai Jualnya Tinggi

Kompas.com, 26 Juli 2023, 12:44 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pepaya menjadi salah satu buah favorit masyarakat Indonesia yang rasanya enak dan kaya nutrisi. Buah ini mudah dijumpai karena banyak dibudidayakan petani Indonesia.

Saat ini, banyak petani yang memilih menanam pepaya premium karena nilai jualnya lebih tinggi. Pepaya premium memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan pepaya biasa.

Dikutip dari situs Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, Rabu (26/7/2023), pepaya premium memiliki penampilan yang menarik, seperti; permukaan kulit mulus dan warnanya hijau dengan semburat jingga.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya di Pot agar Berbuah Lebat

Rasa buah pepaya premium juga manis dan teksturnya pulen. Tingkat kemanisan buah ini bahkan mencapai 15 hingga 16 brix.

Tanaman pepayaPixabay/Falco Tanaman pepaya

Tips menanam pepaya premium

Secara umum, budidaya pepaya premium dengan pepaya biasa sebenarnya tidak berbeda jauh. Namun, perawatan tanaman pepaya premium lebih intensif agar bisa menghasilkan buah pepaya berkualitas tinggi.

Berikut ini beberapa tips menanam pepaya premium agar hasilkan buah yang berkualitas tinggi.

1. Pemberian pupuk berimbang

Salah satu kunci untuk mendapatkan pepaya premium yaitu pemberian pupuk berimbang antara pupuk kimia dan organik. Nutrisi diberikan sejak bibit baru dipindahkan ke lahan.

Baca juga: Simak, Cara Pemupukan Pohon Pepaya yang Benar

Komposisi pupuk kimia yang diberikan sangat menentukan karakteristik buah yang dipanen. Jika pupuk yang diberikan hanya pupuk kimia, maka kandungan air dalam buah menjadi terlalu tinggi dan tekstur daging buahnya lembek.

Maka dari itu, pemberian pupuk perlu dikombinasikan antara pupuk kimia dan organik dengan seimbang.

2. Pengaturan jarak tanam

Selain pemberian pupuk yang tepat, jarak tanam juga sangat mempengaruhi hasil panen tanaman pepaya. Jarak tanam yang ideal untuk menanam pepaya yaitu 2,5 x 2,5 m.

Jarak tanam tersebut dianggap efisien karena bisa membuat parit di sekitar kebun. Parit tersebut berguna sebagai tabungan air, sehingga penyiraman menjadi lebih mudah.

Ilustrasi buah pepaya, pohon pepaya.UNSPLASH/WENGANG ZHAI Ilustrasi buah pepaya, pohon pepaya.

3. Pengapuran

Tips menanam pepaya premium berikutnya yaitu pengapuran. Kegiatan ini dilakukan saat bibit berumur 27 hari setelah tanam.

Baca juga: Simak, Cara Membedakan Pepaya Jantan dan Pepaya Betina

Pengapuran bertujuan untuk meningkatkan pH tanah, sehingga tanah terhindari dari serangan jamur patogen. Frekuensi pengapuran dilakukan setiap bulan hingga tanaman berumur 17 bulan.

4. Seleksi buah

Langkah berikutnya untuk mendapatkan pepaya premium yaitu melakukan seleksi buah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan buah berkualitas sesuai kebutuhan pasar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau