Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengabadikan Pertanian lewat Batik ala Shiroshima Indonesia

Kompas.com, 13 September 2023, 20:52 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, namun menjadi sumber inspirasi. Inilah yang dilakukan Dian Nutri Justisia melalui Shiroshima Indonesia yang didirikannya pada 2019 silam.

Shiroshima Indonesia adalah merek fesyen yang menghadirkan produk pakaian dan aksesori dengan motif batik. Motif Shiroshima berbeda dengan motif batik yang biasa kita jumpai selama ini.

Shiroshima menghadirkan batik dengan motif pertanian. Dian menjelaskan, nama Shiroshima diambil untuk menggambarkan filosofis yang diusung melalui motif-motifnya, yaitu agrikultur alias pertanian.

Baca juga: Keunggulan Clean Ammonia, Sumber Energi Masa Depan Industri Pertanian

Dian Nutri Justitia, pendiri Shiroshima Indonesia, yang menghadirkan produk batik bermotif pertanian. DOK. HM SAMPOERNA Dian Nutri Justitia, pendiri Shiroshima Indonesia, yang menghadirkan produk batik bermotif pertanian.

Shiro, dalam bahasa Jawa kuno, artinya “kamu”. Sementara, Shima diambil dari nama Ratu Shima yang berasal dari Kerajaan Kalingga.

Dian ingin menghadirkan kepribadian Ratu Shima yang dikenal sebagai ratu yang cerdas, bijaksana, dan pekerja keras melalui produk-produknya. Era Ratu Shima dikenal dengan pertanian, demikian pula Indonesia hingga saat ini.

“Kami mengangkat agrikultur di Ratu Shima, dan sampai sekarang, Indonesia terkenal di agrikultur. Batik Shiroshima banyak motif tumbuh-tumbuhan, dan kami hanya menggunakan beberapa warna saja yang menggambarkan kesuburan,” ujar Dian.

Dengan desain simpel minimalis, Dian ingin produk Shiroshima membuat anak muda bangga dan senang mengenakan batik. Menurut dia, bicara batik bukan hanya soal motif, tetapi juga teknik pengerjaannya.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Dampak El Nino pada Sektor Pertanian

Shiroshima juga sudah melanglang buana memamerkan produknya di sejumlah negara seperti Jepang dan Perancis, serta dipasarkan ke Malaysia, Korea, dan Hong Kong.

Pada Agustus 2023, Shiroshima Indonesia, yang merupakan salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), kembali mendapatkan kesempatan menjajaki pasar global.

SETC merupakan program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia” (SUI).

Shiroshima turut berpartisipasi dalam gelaran Wiki Export 2023 yang berlangsung di Jepang. Wiki Export, yang diluncurkan pada 2022, digagas Kamar Dagang Indonesia (KADIN) bersama Japan External Trade Organization (JETRO).

Baca juga: Pertanian Presisi, Sistem Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0

Tujuannya, meningkatkan skala perusahaan menengah untuk menjadi bagian dari rantai pasokan global. Bukan tidak mungkin bahwa usaha yang tergolong UMKM bisa melebarkan sayap ke pasar ekspor.

Dian mengatakan, produk-produk Shiroshima yang akan dipamerkan dalam Wiki Export masih mengusung ciri khas Shiroshima, tetapi dengan menghadirkan sentuhan yang lebih minimalis.

“Konsep desainnya masih ciri khas Shiroshima, tetapi mungkin line-nya lebih minimalis dan lebih ready to wear. Saya juga banyak membawa batik tulis supaya Japanese market bisa melihat perbedaan antara batik tulis dengan batik cap. Yang kami bawa juga materialnya organic fiber textile,” papar Dian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau