Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir

Kompas.com, 7 Maret 2026, 11:10 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Artinya, sebagian produk kakao olahan yang diekspor Indonesia sebenarnya dihasilkan dari bahan baku impor.

Ketergantungan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perkembangan sektor hilir dan kondisi sektor hulu. Industri pengolahan membutuhkan pasokan biji kakao yang stabil, seragam, dan memenuhi standar mutu tertentu.

Sementara itu, pasokan kakao domestik sering kali belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara konsisten, baik dari sisi volume maupun kualitas.

Akibatnya, banyak pabrik memilih menggunakan biji kakao impor yang memiliki mutu lebih seragam dan ketersediaan yang lebih terjamin.

Kondisi ini menandakan bahwa kemajuan industri pengolahan belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan produksi di tingkat petani.

Salah satu penyebab utama masalah ini berkaitan dengan mutu pascapanen, terutama proses fermentasi. Dalam industri cokelat, fermentasi merupakan tahap penting yang menentukan pembentukan rasa dan aroma kakao.

Tanpa fermentasi yang baik, biji kakao cenderung menghasilkan cita rasa yang kurang berkembang, bahkan terlalu pahit atau asam.

Di tingkat petani, proses ini belum banyak dilakukan karena keterbatasan sarana, pengetahuan, dan insentif harga. Akibatnya, sebagian besar kakao yang diproduksi belum memenuhi standar mutu optimal.

Kondisi ini juga berpengaruh pada transmisi harga dalam rantai pasok, ketika harga dunia naik, manfaatnya tidak selalu langsung dirasakan oleh petani karena kualitas produk yang belum mampu memperoleh premi harga di pasar.

Peluang Nilai Tambah dalam Industri

Kebijakan hilirisasi yang diterapkan pemerintah saat ini sebenarnya dirancang untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat industri pengolahan.

Salah satu instrumen yang pernah digunakan adalah kebijakan bea keluar ekspor biji kakao yang bertujuan menjaga pasokan bahan baku bagi industri domestik.

Kebijakan tersebut terbukti mampu mendorong pertumbuhan kapasitas pengolahan di dalam negeri. Namun, perkembangan industri yang relatif cepat belum sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan produksi dan mutu di tingkat kebun.

Oleh karena itu, tantangan utama sektor kakao Indonesia saat ini bukan sekadar persoalan impor atau ekspor, melainkan bagaimana memperkuat keterhubungan antara sektor hulu dan hilir.

Hampir seluruh areal kakao nasional dikelola oleh perkebunan rakyat, sehingga kesejahteraan petani menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan industri ini.

Tanpa peningkatan produktivitas dan mutu di tingkat kebun, industri pengolahan akan terus bergantung pada bahan baku impor, sementara petani tidak memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan industri.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau