Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui, Ini Karakteristik Tanaman Padi, dari Akar sampai Buah

Kompas.com, 22 Agustus 2022, 13:12 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Biasanya, padi ditanam di lahan persawahan dengan karakteristik yang mudah dikenali.

Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (22/8/2022), karakteristik tanaman padi bisa dilihat dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga: Tips Memperbanyak Anakan Padi agar Produksi Meningkat

Akar tanaman padi

Ilustrasi tanaman padi. FREEPIK/SUKSAO Ilustrasi tanaman padi.

Akar adalah bagian tanaman yang fungsinya menyerap air dan unsur hara dalam tanah. Tanaman padi memiliki empat jenis akar, yakni; 

  • Radikula

Ini adalah akar yang tumbuh saat perkecambahan. Setelah benih disemai, akan muncul calon akar dan batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke bawah yang nantinya akan membentuk akar tunggang. Sedangkan calon batang akan muncul ke atas membentuk batang dan daun.

  • Akar serabut

Akar tanaman padi yang tumbuh lima sampai enam hari setelah akar tunggang tumbuh.

  • Akar rambut

Ini merupakan akar yang keluar dari akar tunggang dan serabut.

  • Akar tajuk

Akar yang tumbuh dari ruas batang paling bawah.

Baca juga: Manfaat Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman Padi dan Cara Menggunakannya

Batang

Morfologi tanaman padi lainnya adalah batang. Padi memiliki batang beruas-ruas dan tingginya sekitar 107-115 cm. 

Ruas batang padi berupa bubung kosong yang di kedua ujungnya ditutup buku. Panjang setiap ruasnya tidak sama.

Ruas terpendek biasanya ada di pangkal batang, sedangkan ruang kedua, ketiga, dan seterusnya lebih panjang dibanding rusa sebelumnya.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Hama Penggerek Batang Padi Pakai Bumbu Dapur

Ilustrasi tanaman padi.UNSPLASH/SERGIO CAMALICH Ilustrasi tanaman padi.
Daun

Tanaman padi memiliki daun bersisik. Daun padi terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain helaian daun, pelepah daun, dan lidah daun. Daun padi berwaran hijau dengan posisi tegal dan bagian benderanya tegak.

Bunga tanaman padi

Bunga padi termasuk bunga telanjang. Artinya, bunga tanaman ini memiliki perhiasan bunga.
Padi memiliki bunga berkelamin dua jenis dengan bakal buah ada di atas.

Jumlah benang sari ada enam buah, tangkai sari pendek dan tipis, kepala sari besar, dan memiliki dua kandung serbuk.  

Baca juga: Mengenal Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Mengendalikannya

Putik tanaman padi mempunyai dua tangkai dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai berwarna putih atau ungu. Sekumpulan bunga tanaman padi yang keluar dari buku teratas disebut malai.

Bulit padi terdapat pada cabang pertama dan kedua. Sementara itu, sumbu utama malai berada di buku terakhir pada batang.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Sirsak untuk Basmi Hama Padi

Buah

Ciri-ciri tanaman padi juga diketahui dari buah atau biji. Meski demikian, buah tanaman padi lebih dikenal dengan nama gabah atau bulir.

Buah ini tertutup lemma dan pelea serta mengalami penyerbukan. Apabila padi sudah dewasa, pelea dan lemma akan membuka serta membentuk sudut.

Buah tanaman padi inilah yang nantinya akan dipanen dan dikonsumsi sebagai makanan pokok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau