Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Merawat Pohon Durian agar Berbuah Lebat

Kompas.com, 30 Agustus 2022, 11:46 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Durian adalah salah satu buah populer di Indonesia karena rasa buahnya yang manis dan gurih. Karena popularitasnya, banyak orang menanam pohon durian untuk dapat menikmati panen buahnya bersama keluarga.

Dalam menanam durian, tentu hasil yang diharapkan adalah pohon durian berbuah lebat. Namun demikian, kondisi sebaliknya kerap terjadi, yakni pohon durian berbuah sedikit dan berkualitas rendah.

Ada beberapa penyebab pohon durian berbuah sedikit dan cara membuat pohon durian berbuah lebat, seperti dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Cara Membuat Durian Berbuah di Luar Musimnya

Ilustrasi tanaman durian, pohon durian. SHUTTERSTOCK/KOSOL PHUNJUI Ilustrasi tanaman durian, pohon durian.

Penyebab pohon durian berbuah sedikit dan berkualitas rendah

Ada beberapa penyebab pohon durian berbuah sedikit dan berkualitas rendah, antara lain sebagai berikut.

  1. Tidak menggunakan bibit unggul dan berkualitas
  2. Pemupukan
  3. Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah
  4. Kecukupan air
  5. Drainase
  6. Pemangkasan
  7. Hama dan penyakit.

Cara merawat pohon durian agar berbuah lebat

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat pohon durian berbuah lebat, mulai dari pemupukan hingga pengaturan jumlah bunga. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Simak, Begini Cara Menanam Durian agar Cepat Berbuah

1. Pemupukan

Pemupukan utama dilakukan tiga kali setahun, yaitu setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah.

Patokan pemupukan pohon durian adalah masa panen puncak, karena musim buah durian berbeda-beda di setiap lokasi agroekosistem dan pergeseran musim berbuah karena pengaruh pergeseran iklim.

Ilustrasi pohon durian.Shutterstock/sweetheart studio Ilustrasi pohon durian.

Berikut ini waktu pemupukan, dosis dan jenis pupuk untuk tanaman durian.

Pemupukan pertama

Pemupukan pertama dilakukan setelah buah habis dipanen, maupun ketika tunas air, cabang, dan ranting terlalu rimbun atau terinfeksi penyakit dipangkas.

Baca juga: Simak, Begini Cara Mengatasi Daun Durian Menguning dan Rontok

Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 hingga 2,5 kg per meter persegi, pupuk NPK sebanyak 15 sampai 25 gram per meter persegi, dan kapur dolomit 50 sampai 100 gram per meter persegi.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur di bawah tajuk tanaman.

Pemupukan kedua

Pemupukan dilakukan empat bulan setelah pemupukan pertama atau pada akhir musim hujan dan diperkirakan satu hingga dua bulan kemudian musim berbunga. Pupuk yang diberikan mengandung unsur P tinggi, K sedang dan N sangat rendah.

Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah pupuk SP-36 sebanyak 15 sampai 20 gram per meter persegi dan pupuk NPK 7 sampai 10 gram per meter persegi. Pemupukan kedua dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pembentukan bunga.

Baca juga: Gampang, Begini Cara Mencangkok Durian

Pemupukan ketiga

Pemupukan ketiga dilakukan empat bulan setelah pemupukan kedua atau pada masa pembesaran buah. Pemupukan dilakukan sekitar 60 sampai 67 hari setelah bunga mekar.

Pupuk yang diberikan mengandung unsur P sedang, K tinggi dan N sangat rendah atau nol alias tanpa N.

Ilustrasi pupuk. SHUTTERSTOCK/FOTODUETS Ilustrasi pupuk.

Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah SP-36 3 hingga 6 gram per meter persegi dan pupuk KCl 7 hingga 10 gram per meter persegi. Pemupukan ketiga dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pengisian buah.

Pemupukan tambahan

Untuk pertumbuhan vegetatif, gunakan pupuk daun tipe D. Aplikasi dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun setelah tanaman mengalami pertunasan.

Baca juga: Simak, Ini 4 Cara Memaksa Durian Cepat Berbuah

Pemupukan atau penyemprotan ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan daun agar fotosintesis berjalan optimal.

Adapun untuk pertumbuhan generatif, gunakan pupuk daun tipe B yang mengandung boron. Aplikasi dilakukan saat mulai muncul bunga (stadia I), dengan cara disemprotkan pada daun dan bunga.

Penyemprotan dilakukan setiap 10 atau 14 hari sekali sampai buah masak fisiologis atau dua minggu sebelum dipanen.

Sementara itu untuk pupuk KNO3 (Kalium Nitrat) dan CaNO3 (Kalsium Nitrat), dosisnya adalah 50 gram KNO3 dan 50 gram CaNO3 dilarutkan dengan 20 liter air. Aplikasi dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun dan dikocor pada akar.

Baca juga: 4 Perawatan Tanaman Durian agar Tumbuh Subur dan Berbuah Banyak

Waktu pemupukan yaitu satu bulan sebelum panen atau sekitar 75 sampai 90 hari setelah bunga mekar. Pemupukan ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas rasa, tekstur dan warna daging buah.

2. Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah

Tujuan dari pengaturan jumlah bunga dan bakal buah adalah untuk mendapatkan jumlah buah yang optimal sesuai dengan kemampuan tanaman menopang beban buah.

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum pengaturan bunga dan bakal buah adalah menentukan target jumlah buah per pohon terlebih dahulu, tahap selanjutnya adalah pengelolaan bunga dan bakal buah.

Ilustrasi tanaman durian, pohon durian. SHUTTERSTOCK/WIRACHAIPHOTO Ilustrasi tanaman durian, pohon durian.

Berikut tahapan pengelolaan bunga dan bakal buah yang dilakukan berdasarkan fase perkembangan tanaman.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Menanam Durian dari Biji

Stadia bunga II

Ketika bunga sebesar batang korek api (elongasi) mulai dilakukan pengurangan bunga (thining).

Bunga yang dibuang adalah bunga yang terdapat diujung cabang dan yang tumbuh dicabang kecil (diameter cabang kurang dari 3 cm). Jika bunga tersebut dibiarkan akan menghasilkan buah yang berkualitas rendah.

Stadia bunga III

Ketika bunga mekar sampai kelopak bunga lepas dilakukan pengurangan bunga pada cabang produksi. Pengurangan dilakukan terhadap dompolan yang terlalu banyak atau rapat dan kuntum bunga yang berbeda umur terlalu jauh.

Bunga yang dipelihara adalah bunga yang seumuran, yaitu bunga yang selisih mekar tidak lebih dari dua hari. Setiap dompolan disisakan 8 kuntum.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Stek Durian agar Pertumbuhannya Cepat

Stadia buah I

Kondisi ini terjadi ketika ukuran buah sebesar kelereng sampai sebesar telur. Buang buah yang abnormal atau buah yang terserang hama dan penyakit, maksimal sisakan 4 buah saja pada setiap dompolan.

Stadia buah II

Ini terjadi ketika ukuran buah sebesar bola tenis sampai sebesar bola takraw. Buang buah yang ukurannya kecil, tidak normal atau terserang hama penyakit.

Setiap dompolan disisakan satu hingga dua buah saja supaya buah berkembang dengan maksimal.

Ilustrasi buah durian, pohon durian.UNSPLASH/HASBI KURNIA Ilustrasi buah durian, pohon durian.

3. Pengairan yang memadai

Air merupakan kebutuhan pokok bagi semua jenis tanaman, tak terkecuali tanaman durian. Tanaman durian memerlukan air sepanjang tahun, setiap hari tanaman durian rata-rata membutuhkan air sebanyak 3-5 liter per meter persegi.

Baca juga: 6 Tips Menanam Durian di Halaman Belakang Rumah

Kecuali pada waktu satu bulan menjelang berbunga dan saat pemasakan buah yaitu sekitar dua sampai empat minggu sebelum panen. Kekurangan air akan berakibat menurunnya kualitas buah.

Untuk memenuhi kebutuhan air dikebun durian perlu disediakan sarana irigasi yang memadai. Pengairan dapat dilakukan dengan berbagai sistem, seperti irigasi tetes, sprinkle, spray jet dan lain sebagainya.

4. Drainase yang baik

Meskipun sangat membutuhkan air namun tanaman durian juga tidak baik jika kelebihan air. Kebun durian harus memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang saat musim hujan.

Perlu dibuat parit-parit untuk membuang kelebihan air agar tanah tidak terlalu basah atau becek. Tanah yang terlalu basah pada saat pemasakan buah dapat menurunkan kualitas buah durian.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Durian agar Buahnya Lebat

5. Pemangkasan

Arsitektur tanaman sudah dibentuk sejak tanaman dalam bentuk benih dan diikuti secara berkala setelah ditanam sampai tanaman berumur produktif, sehingga tajuk terdistribusi secara merata dan penerimaan intensitas matahari lebih optimal serta percabangan tanaman teratur dan mampu menopang buah secara baik.

6. Pengendalian hama dan penyakit

Serangan hama maupun penyakit merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas dan kualitas buah durian yang dihasilkan.

Untuk memperoleh hasil panen buah durian yang optimal serta menghasilkan daging buah durian yang berkualitas penanggulangan hama maupun penyakit harus dilakukan sejak dini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau