Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Ciri-ciri Tanaman Jagung Kekurangan Nitrogen, Apa Saja?

Kompas.com, 17 Oktober 2022, 11:11 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagung merupakan tanaman serealia yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Oleh karena itu kebutuhan akan jagung semakin meningkat setiap tahunnya.

Salah satu kunci keberhasilan budidaya jagung yaitu pemupukan yang tepat.

Salah satu unsur hara penting bagi tanaman jagung yaitu nitrogen. Kekurangan unsur hara tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman terganggu.

Baca juga: Catat, Ini Ciri-ciri Jagung Kekurangan Unsur Hara

Manfaat nitrogen bagi tanaman jagung

Nitrogen merupakan unsur hara makro yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Maka dari itu, pemberian pupuk yang mengandung unsur nitrogen selalu dilakukan pada setiap praktik budidaya tanaman, tak terkecuali tanaman jagung.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (17/10/2022), nitrogen ternyata memiliki peran penting bagi tanaman jagung. Berikut sejumlah manfaat pupuk nitrogen bagi tanaman jagung.

Ilustrasi tanaman jagung.UNSPLASH/DENISSE LEON Ilustrasi tanaman jagung.

1. Pembentuk daun dan batang

Pada fase awal pertumbuhan tanaman, jagung yang masih muda sangat membutuhkan unsur hara nitrogen. Unsur hara nitrogen yang diserap oleh tanam berfungsi untuk membentuk daun dan batang tanaman jagung.

Baca juga: Ciri-ciri Jagung Manis yang Terserang Hama Penggerek Batang

2. Meningkatkan zat hijau daun

Zat hijau daun seperti yang sudah kita ketahui, merupakan zat yang dibutuhkan oleh tanaman untuk memproses makan. Pemberian pupuk nitrogen yang tepat, akan meningkatkan zat hijau daun pada tanaman jagung.

3. Meningkatkan hasil panen

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung yang sehat, akan menghasilkan panen yang berlimpah. Hal ini karena tongkol jagung yang terbentuk akan seragam, dan memiliki bobot yang berat.

Ciri-ciri tanaman jagung kekurangan nitrogen

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, bahwa unsur hara nitrogen memiliki peran sangat penting bagi tanaman jagung. Saat ketersediaan nitrogen kurang, maka pertumbuhan dan produktivitas tanaman menjadi terganggu.

Ilustrasi tanaman jagung, budidaya jagung. PEXELS/MICHAEL FISCHER Ilustrasi tanaman jagung, budidaya jagung.

Adapun ciri-ciri jagung yang kekurangan nitrogen, seperti berikut.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Jagung Terserang Bulai dan Cara Mengatasinya

  1. Daun berubah menjadi kuning karena zat hijau daun tidak terbentuk
  2. Ukuran daun lebih kecil dibandingkan tanaman yang sehat
  3. Pada tingkat yang lebih parah daun akan berwarna cokelat dan mengering
  4. Pertumbuhan tanaman terganggu, menyebabkan tanaman jagung menjadi kerdil
  5. Daun baru yang tumbuh sedikit, karena pucuk atau tunas baru gagal berkembang
  6. Bentuk tongkol jagung tidak besar dan ukuran tidak seragam
  7. Penurunan tingkat produksi panen jagung

Itulah penjelasan singkat seputar manfaat nitrigen dan ciri-ciri tanaman jagung kekurangan nitrogen. Agar tanaman jagung tumbuh dengan baik, maka berikanlah pupuk nitrogen untuk menjaga agar tanaman tidak kekurangan nutrisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau