Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Syarat Tumbuh Tanaman Melon yang Perlu Dipahami

Kompas.com, 12 November 2022, 11:00 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesesuaian kondisi lingkungan dengan syarat tumbuh tanaman melon merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan budidaya komoditas ini.

Lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman akan membuat tanaman tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik.

Maka dari itu, sebelum mulai menanam melon, pahami terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman ini. Lantas, apa saja syarat tumbuh tanaman melon? Dikutip dari buku Bertanam Melon Eksklusif dalam Pot, Sabtu (12/11/2022), berikut penjelasannya.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Menanam Melon agar Buahnya Besar

Ketinggian lahan

Tanaman melon goldenShutterstock/R.NITHAT Tanaman melon golden

Tanaman melon bisa tumbuh optimal pada ketinggian 250 sampai 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun demikian, tanaman melon yang tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 250 mdpl akan menghasilkan buah yang kecil dan daging buahnya mengandung sedikit air.

Curah hujan dan kelembapan udara

Pertumbuhan melon akan optimal apabila ditanam di wilayah dengan curah hujan 1500 sampai 2500 mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi bisa menyebabkan calon buah gugur dan membuat tanaman berisiko terserang patogen.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Menanam Melon dalam Pot agar Buahnya Besar

Sementara itu, kelembapan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman melon yaitu antara 50 sampai 70 persen. Sama seperti curah hujan, kelembapan juga tidak boleh berlebihan. Pasalnya, kelembapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perkembangan akar terhambat.

Jenis tanah

Syarat tumbuh tanaman melon lainnya yaitu jenis tanah. Melon akan tumbuh baik pada tanah andosol atau liat berpasir yang mengandung bahan organik tinggi. Tanah ini membuat akar berkembang dengan mudah.

Suhu udara

Suhu udara yang ideal untuk menanam melon yaitu sekitar 25 sampai 30 derajat Celcius pada siang hari dengan sinar matahari tidak terlalu terik. Sementara itu, pada malam hari suhu udara yang ideal antara 18 sampai 20 derajat Celcius.

Baca juga: Cara Menanam Melon Kuning agar Berbuah Banyak dan Menguntungkan

Perlu dipahami bahwa, daerah dengan suhu di bawah 18 derajat Celcius kurang cocok untuk menanam melon. Pasalnya, suhu tersebut membuat pertumbuhan melon kurang optimal. Hal tersebut juga berlaku pada suhu yang terlalu tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau