Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Ini Cara Menanam Apel agar Berbuah Banyak

Kompas.com, 21 November 2022, 12:23 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Apel merupakan buah yang berasal dari Asia Tengah dan kemudian menyebar ke berbagai negara. Walaupun buah apel bukan berasal dari Indonesia, namun apel banyak dibudidayakan di Indonesia.

Sejauh ini penelitian masih terus dilakukan untuk dapat menghasilkan buah apel yang besar, manis serta untuk menemukan cara terbaik menanam apel. Hal ini perlu dilakukan, karena nilai ekonomi dari buah ini cukup tinggi.

Lantas, bagaimana cara menanam apel yang benar agar hasilnya maksimal? Dilansir dari situs Balitjestro Kementerian Pertanian, Senin (21/11/2022), berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Cara Menanam Mangga yang Benar agar Berbuah Banyak

Syarat tumbuh

Buah apel akan tumbuh dengan optimal jika memenuhi syarat tumbuhnya. Syarat tumbuh buah apel meliputi ketinggian lahan 700 sampai 1.500 mdpl, dengan suhu 16 hingga 25 C, serta curah hujan tahunan 1000 sampai 2500 mm.

Ilustrasi pohon apelPixabay/punch_ra Ilustrasi pohon apel

Jenis tanah yang cocok adalah tanah yang gembur, drainase baik, mampu menyimpan air dan memiliki pH 5,5 sampai 7.

Pemilihan bibit

Kualitas bibit yang digunakan, sangat menentukan buah yang dihasilkan. Jadi, pemilihan bibit tidak bisa sembarangan. Pilihlah bibit yang sehat, varietas yang jelas dan dari induk yang produktif.

Baca juga: Cara Menanam Durian yang Benar dari Memilih Bibit sampai Panen

Bibit apel pada umumnya diperoleh dengan cara stek. Metode ini dipilih karena cepat, sifat seperti induknya dan bisa dikembangkan dalam jumlah banyak.

Pengolahan lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam apel harus diolah terlebih dahulu. Perhatikan cara pengolahan lahan di bawah ini:

  1. Bersihkan lahan dari bebatuan, rumput liar dan ranting yang mengganggu.
  2. Gemburkan lahan ukuran 50 x 50 cm dengan cangkul.
  3. Setelah itu, gali lubang sedalam 30 sampai 50 cm.
  4. Masukan pupuk kandang sebanyak 15 hingga 20 kg setiap lubang tanam.
  5. Campur secara merata dengan tanah.
  6. Tunggu selama 7 sampai 14 hari, barulah lubang tanam siap digunakan.

Penanaman

Cara menanam apel cukup mudah, berikut langkah-langkahnya:

Baca juga: Tidak Sulit, Ini Cara Menanam Sirsak agar Berbuah Banyak

  1. Sobek plastik polybag bibit.
  2. Masukkan bibit kedalam lubang tanam.
  3. Tutup lubang tanam dengan tanah.
  4. Berikan jarak tanam 3 x 3 atau 5 x 5 m setiap lubang.

Tanaman apelPixabay/Lichtsammler Tanaman apel

Perawatan

Pertumbuhan buah apel akan baik jika dirawat secara rutin. Perawatan buah apel meliputi: penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, sanitasi lahan, pemangkasan, dan penyulaman.

Pemanenan

Pohon apel mulai produktif pada umur 3 sampai 5 tahun, tergantung dari bibit dan perawatan yang dilakukan. Buah apel dapat terbentuk dari awal munculnya bunga memerlukan waktu 4 sampai 5 bulan. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan ketika cuaca sedang cerah, untuk menghindari kerusakan buah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau