Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kedelai Hitam yang Benar agar Panennya Melimpah

Kompas.com, 12 Desember 2022, 10:16 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedelaai hitam merupakan jenis kedelai yang banyak dimanfaatkan untuk bahan baku kecap, tauco, tempe, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, kedelai hitam lebih sering dimanfaatkan untuk membuat kecap.

Kebutuhan kecap yang tinggi membuat banyak petani mulai menanam kedelai hitam. Cara menanam kedelai hitam tidak berbeda jauh dengan tanaman kedelai pada umumnya.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (12/12/2022), berikut penjelasan seputar pedoman budidaya kedelai hitam yang benar agar hasilnya maksimal.

Baca juga: Karakteristik Biosoy, Varietas Kedelai Lokal yang Unggul

Syarat tumbuh kedelai hitam

Ilustrasi kedelai hitamShutterstock/masa44 Ilustrasi kedelai hitam

Kedelai hitam merupakan tanaman subtropis. Oleh karena itu, saat hendak menanam kedelai hitam di wilayah tropis seperti Indonesia, syarat tumbuh tanaman ini harus diperhatikan dengan seksama.

Tanaman kedelai hitam harus ditanam pada tanah yang pH-nya 6 ke atas atau pH netral. Dengan demikian, tanaman tersebut akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan kedelai optimal.

Persiapan benih

Benih kedelai hitam harus berkualitas agar tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik. Benih kedelai direndam terlebih dahulu dalam air selama 30 menit.

Baca juga: Bisa Untung Besar, Begini Cara Budidaya Kedelai Jepang atau Edamame

Persiapan lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam kedelai harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma maupun kerikil. Setelah itu, gemburkan tanah dan tambahkan kapur dolomit apabila pH-nya tidak sesuai dengan syarat tumbuh kedelai hitam.

Berikutnya, tambahkan pupuk kandang atau kompos seminggu sebelum penanaman. Pemupukan bertujuan agar nutrisi tersedia untuk pertumbuhan awal tanaman kedelai hitam.

Penanaman kedelai hitam

Cara menanam kedelai hitam diawali dengan membuat lubang tanam dengan jarak 25 x 25 cm. Setelah itu, letakkan 2 sampai 3 benih per lubang tanam. Tutup kembali lubang tanam tersebut agar benih tidak hanyut saat hujan deras.

Kedelai hitam yang sudah dipanenShutterstock/Nadia Yong Kedelai hitam yang sudah dipanen

Pemeliharaan tanaman

Agar tanaman kedelai hitam tumbuh dengan baik, maka perlu dirawat dengan maksimal. Beberapa kegiatan perawatan kedelai hitam yang benar, seperti berikut:

Baca juga: Budidaya Tanaman Kedelai Lokal yang Benar agar Panennya Melimpah

  • Penyulaman: kegiatan ini berguna untuk mengganti benih yang mati atau pertumbuhannya tidak normal.
  • Penyiangan: perawatan tanaman ini bertujuan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar area tanaman kedelai hitam.
  • Pembumbunan: kegiatan ini bertujuan untuk menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah. Dengan demikian, akar tanaman bisa menyerap nutrisi dengan maksimal.
  • Pemupukan susulan: jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk Urea, KCl, dan SP36. Pemupukan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan tanaman.
  • Penyiraman tanaman: dilakukan secara rutin, terutama ketika musim kemarau tiba. Penyiraman bertujuan agar tanaman tidak layu karena kekeringan.
  • Pengendalian hama dan penyakit: kegiatan ini dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan anjuran.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Kedelai agar Panennya Melimpah

Panen kedelai hitam

Kedelai hitam bisa dipanen saat tanaman berumur 25 sampai 100 hari setelah tanam. Sementara itu, kedelai hitam untuk benih dipanen saat berumur 100 sampai 110 hari.

Kedelai hitam yang siap panen memiliki ciri batang berwarna kuning kecoklatan, daun menguning dan gugur, serta buahnya berwarna kuning kecoklatan dengan polong sudah tua. Setelah di panen, polong kedelai dijemur sampai kering.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau