Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Masa Panen Melon? Begini Penjelasannya

Kompas.com, 20 Februari 2023, 11:30 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan melon menjadi salah satu buah yang banyak disukai karena rasanya enak dan aromanya wangi. Tingkat kematangan sangat mempengaruhi rasa dan aroma buah tersebut.

Maka dari itu, pemanenan harus dilakukan tepat waktu. Panen yang terlalu cepat, membuat rasa dan aroma buah ini kurang enak. Sedangkan pemanenan yang terlambat membuat buah cepat busuk.

Lantas, kapankah masa panen melon yang tepat? Dan bagaimana cara panen buah melon? Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (20/2/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Panen dan Pasca Panen Melon agar Kualitasnya Tetap Terjaga

Masa panen buah melon

Waktu panen buah melon berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Umumnya, melon daging putih akan dipanen saat berumur 35 hari setelah pembungaan.

Sedangkan pada buah melon daging merah bisa dipanen 40 hari setelah pembungaan. Melon yang sudah matang memiliki ciri jaring atau net terbentuk sempurna di kulitnya.

Tanaman melon goldenShutterstock/R.NITHAT Tanaman melon golden

Jaring tersebut juga mulai tebal dan merata. Selain itu, terdapat juga retakan di bagian pangkal buah. Warna kulit buah melon yang siap panen juga sudah berubah dari hijau tua menjadi kekuningan.

Tangkai buahnya juga sudah berwarna kekuningan. Kulit buahnya terasa halus atau tidak berbulu dan aromanya khas.

Selain umur tanaman, waktu petik buah melon juga perlu diperhatikan. Waktu petik buah melon sebaiknya dilakukan pagi hari sekitar pukul 08.00 sampai 11.00.

Baca juga: Cara Menanam Melon Tanpa Ajir

Cara panen buah melon

Pemanenan melon dilaksanakan secara bertahap, maksimal dua kali seminggu dengan jarak pemanenan 2 hingga 3 hari. Pemanenan pertama diprioritaskan untuk buah yang sudah tua, sedangkan sisanya dipanen tahap berikutnya.

Buah melon sebaiknya dipanen bersama tangkainya agar tidak mudah busuk. Pemetikan buah bisa menggunakan pisau atau gunting yang bersih dan steril.

Cara panen buah melon yaitu dengan memetik tangkai buahnya secara hati-hati membentuk huruf T. Buah melon kemudian ditempatkan miring pada keranjang.

Buah bisa ditumpuk secara hati-hati maksimal 7 susun dengan setiap susunan dilapisi kertas. Koran, atau jerami. Setelah itu, tempatkan buah di area yang ternaungi.

Sementara itu, tanaman melon yang sudah dipanen perlu dibongkar lalu dibuang ke area yang jauh dari tempat panen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau