Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menyemai Benih Brokoli Sebelum Ditanam

Kompas.com - 08/05/2023, 14:51 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Brokoli adalah sayuran hijau dari keluarga Brassicaceae. Sekilas brokoli mirip dengan bunga kol hanya saja warna brokoli hijau sedangkan warna kembang kol putih.

Sama seperti tanaman kubis-kubisan lainnya, brokoli juga bisa dengan mudah ditanam. Bahkan, tanaman ini dapat ditanam menggunakan benih atau biji.

Benih brokoli akan tumbuh dengan baik pada tanah berhumus, gembur, porus, dan pH nya antara 6 sampai 7. Waktu tanam yang tepat yaitu di awal musim hujan atau awal musim kemarau.

Baca juga: Cara Menanam Brokoli di Pot, Bisa Dilakukan di Lahan Sempit

Sebelum ditanam, benih brokoli perlu disemai terlebih dahulu. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (8/5/2023), berikut cara menyemai benih brokoli dengan mudah.

Tanaman brokoliPixabay/jsbaw7160 Tanaman brokoli

Tata cara menyemai benih brokoli

Benih brokoli yang hendak disemai perlu direndam terlebih dahulu dalam air hangat bersuhu 50 derajat Celcius atau larutan previcur N (1 cc/l) selama 1 jam. Benih kemudian disebar secara merata di atas bedengan semai.

Sebelumnya, bedengan semai perlu ditambahkan kompos atau pupuk kandang terlebih dahulu. Setelah benih disebar, tutup dengan tanah tipis-tipis lalu tutup lagi dengan daun pisang selama 2 sampai 3 hari.

Bedengan semai sebaiknya diberi atap screen/kasa/plastik transparan. Persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan hama dan patogen.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Brokoli yang Benar

Setelah berumur 7 sampai 8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang atau pot plastik dengan media yang sama yaitu tanah dan pupuk kandang. Kemudian, siram setiap hari agar bibit tumbuh dengan baik.

Bibit sudah siap dipindah tanam setelah berumur 3 sampai 4 minggu atau saat sudah memiliki empat hingga 5 helai daun.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau