Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Pembibitan Markisa dari Biji, Mudah dan Cepat Tumbuh

Kompas.com, 9 Mei 2023, 13:16 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Markisa merupakan salah yang banyak disukai. Tanaman buah ini tumbuh merambat dan biasanya ditanam sebagai tanaman hias pelindung atau kanopi.

Selain bisa menjadi tanaman hias, markisa juga menghasilkan buah yang rasanya enak. Buah markisa memiliki rasa asam manis yang khas dan menyegarkan.

Tak hanya itu, buah markisa juga kaya vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh. Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, wajar jika banyak orang tertarik menanam buah ini.

Baca juga: Cara Menanam Markisa yang Benar dari Persiapan Benih sampai Panen

Cara menanam markisa sebenarnya sama seperti tanaman buah lainnya. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penanaman markisa yaitu penggunaan bibit yang sehat.

Bibit markisa bisa berasal dari biji yang disemai. Cara pembibitan markisa pun cukup mudah. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (9/5/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Tanaman buah markisaPixabay/yarafabrin Tanaman buah markisa

Persiapan benih

Benih yang hendak disemai diambil dari biji buah yang pohonnya produktif. Pohon induk juga harus memiliki sifat unggul dan pertumbuhannya sehat.

Pohon induk juga sebaiknya sudah berumur lebih dari 3 tahun. Tanaman induk juga harus terbebas dari hama maupun penyakit.

Baca juga: Cara Menanam Srikaya Jumbo yang Dagingnya Tebal

Pembibitan markisa

Selain mendapatkan biji terbaik, langkah selanjutnya yaitu penyemaian. Buah markisa yang sudah matang dan sehat perlu dibelah terlebih dahulu agar bisa mendapatkan bijinya.

Setelah itu, bersihkan biji markisa dari lendir yang masih menempel. Anda perlu menggunakan abu untuk membersihkan biji markisa, lalu bilas dengan air bersih,

Biji markisa kemudian dikering anginkan. Selanjutnya semai menggunakan polybag atau tray semai.

Dalam polybag atau tray semai diisi terlebih dahulu dengan media semai berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu, buat lubang tanam dan letakkan 1 biji markisa per polybag. Kemudian, tutup lubang tanam tipis-tipis.

Baca juga: Cara Menanam Buah Delima dari Biji dengan Mudah

Siram media semai dengan air bersih sampai lembap. Setelah bibit tumbuh dan berumur 5 sampai 6 minggu, bibit dipindah ke polybag yang lebih besar yang sudah berisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. .

Pindah tanam dilakukan dengan hati-hati agar tanaman muda tidak rusak. Rawat bibit markisa dengan cara melakukan penyiraman secara rutin, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan, serta penyiangan.

Bibit yang sudah berumur 3 sampai 4 bibit sudah dapat dipindah ke lahan budidaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau