Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Pembibitan Semangka Non Biji dengan Mudah

Kompas.com, 14 Maret 2023, 17:55 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Semangka non biji merupakan salah satu jenis semangka yang banyak disukai penikmatnya. Pasalnya, saat mengkonsumsi semangka non biji kita tidak perlu repot untuk memisahkan biji dan daging buahnya.

Keunggulan tersebut jugalah yang membuat nilai jual semangka ini relatif lebih tinggi dibandingkan semangka biji. Hal itu jugalah yang membuat banyak petani berminat membudidayakan semangka non biji.

Cara menanam semangka non biji sebenarnya tidak berbeda jauh dengan budidaya semangka pada umumnya. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya semangka non biji yaitu penggunaan bibit yang berkualitas.

Baca juga: Mudah, Cara Pembibitan Semangka agar Pertumbuhannya Cepat

Untuk mendapatkan bibit semangka non biji terbaik, maka proses pembibitan juga harus dilakukan dengan benar. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (14/3/2023), berikut langkah-langkah pembibitan semangka non biji dengan benar.

Ilustrasi bibit tanaman semangkaShutterstock/PRASANNAPIX Ilustrasi bibit tanaman semangka

Persiapan media semai

Media semai yang digunakan yaitu dari campuran tanah, pupuk organik, dan arang sekam dengan perbandingan 2:2:1. Setelah itu, media semai diletakkan dalam polybag yang bagian bawahnya sudah berlubang.

Perlakuan benih

Benih semangka non biji yang akan disemai perlu diamplas terlebih dahulu untuk menipiskan kulitnya. Penipisan kulit biji bertujuan agar air dan oksigen lebih mudah masuk ke dalam benih semangka sehingga lebih cepat berkecambah.

Baca juga: 5 Tips Bertanam Semangka Non Biji agar Tumbuh dengan Baik

Cara perlakuan lain yaitu dengan meretakkan bulut atau ujung benih menggunakan guntung. Tujuannya sama yakni untuk mempercepat perkecambahan.

Penyemaian

Campurkan terlebih dahulu air hangat dengan fungisida Propamokarb hidroklorida atau Benomyl. Setelah itu, masukkan benih ke dalam larutan tersebut dan rendam selama 4 hingga 6 jam.

Kemudian, tiriskan dan letakkan benih di atas koran basah selama 36 jam. Benih yang sudah kering kemudian ditanam dalam polybag yang sudah berisi media semai, pastikan bakal tunas akar menghadap ke bawah.

Benih kemudian ditutup dengan media semai dan siram dengan air secukupnya. Anda bisa menutup polybag berisi benih semangka dengan karung goni basah selama 2 hingga 3 hari untuk mempercepat perkecambahan.

Baca juga: Catat, Begini Cara Merawat Semangka Non Biji agar Buahnya Besar

Perawatan bibit

Selain ditutup dengan karung goni, area persemaian semangka non biji juga sebaiknya diberi sungkup atau atap dari plastik transparan. Tak hanya itu, jika ditemukan serangan hama maupun penyakit, lakukan penyemprotan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bibit semangka yang sudah memiliki 2 hingga 3 helai daun atau berumur 7 sampai 10 hari, sudah siap ditanam di lahan budidaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau