Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Panen dan Pasca-panen Anggur untuk Menjaga Kualitasnya

Kompas.com, 20 Juni 2023, 10:57 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Panen dan pasca-panen merupakan tahapan penting dalam budidaya anggur. Kedua kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan benar agar buah anggur yang dihasilkan berkualitas.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas lebih dalam seputar cara panen dan pasca-panen anggur. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Panen anggur

Panen adalah kegiatan memetik buah yang siap panen atau telah mencapai kematangan fisiologis sesuai persyaratan dan tujuan yang telah ditentukan. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (20/6/2023), tanaman anggur yang tumbuh di dataran rendah bisa dipanen setelah berumur 80 hari setelah bunga mekar atau sekitar 120 hingga 125 hari setelah pemangkasan.

Baca juga: Cara Budidaya Anggur agar Cepat Berbuah

Sementara itu, anggur yang dibudidayakan di dataran tinggi memiliki masa panen 4 hari lebih lama. Buah anggur yang siap dipanen biasanya warnanya sudah berubah.

Ilustrasi buah anggurSuzy Hazelwood Ilustrasi buah anggur

Selain itu, ciri buah anggur siap panen juga bisa dilihat dari tekstur dan aromanya. Tekstur buah yang matang terasa kenyal, tidak keras, namun tidak terlalu lunak. Aroma buahnya jujuga khas dan butir buahnya mudah dipisahkan dari dompolannya.

Cara panen buah ini cukup dengan memotong pangkal tangkainya. Kemudian, kumpulkan buah tersebut dalam keranjang bersih.

Buah yang sudah dipanen perlu digantung atau diangin-anginkan agar kesegarannya terjaga. Penggantungan cukup per dompol di tempat penyimpanan atau gudang yang bersih dan terhindar dari serangan jamur maupun patogen.

Pasca-panen anggur

Setelah dipanen, tahapan selanjutnya yaitu pasca-panen yang terdiri atas sortasi, pengemasan, pengemasan, dan penyimpanan buah. Tujuannya agar buah yang dihasilkan memenuhi standar.

Baca juga: Cara Menanam Anggur di Pekarangan Rumah agar Berbuah Banyak

Buah yang sudah dipanen, kemudian dikumpulkan di tempat strategis untuk diangkut. Lalu, buah dimasukkan dalam kotak kartun, peti kayu, atau keranjang plastik yang sudah dilapisi koran bersih.

Sesampainya di gudang, buah perlu dikelompokkan dalam ukuran butir buah atau dompolannya. Selanjutnya, buah dikemas dalam kotak karton, peti kayu, dan keranjang plastik yang dilapisi kertas bersih.

Buah lalu diberi label dan disimpan dalam ruangan bersuhu dingin sebelum dipasarkan. Apabila buah anggur hendak dikirim ke tempat yang jauh, maka sebaiknya disimpan dalam peti yang terbuat dari karton atau kayu berluabng angin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau