Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Perbanyak Lidah Buaya Menggunakan Anakan

Kompas.com, 18 Agustus 2024, 08:00 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Lidah buaya adalah tanaman yang banyak disukai. Tanaman ini sering dibudidayakan di rumah sebagai tanaman hias karena bentuknya yang unik dan menarik. 

Tidak hanya itu, lidah buaya juga memiliki beragam manfaat yang baik untuk tubuh. Sebagai tanaman hias, perbanyakan tanaman ini juga relatif mudah dan cepat. 

Baca juga: Syarat dan Jenis Media Tanam yang Cocok untuk Lidah Buaya

Cukup dengan satu tanaman induk, kamu sudah bisa melakukan perbanyakan lidah buaya tanpa batas. Namun, untuk membuat anakan lidah buaya tumbuh subur, perbanyakan tanaman ini harus dilakukan dengan benar. 

Dikutip dari Better Homes & Gardens, Minggu (18/8/2024), berikut cara perbanyak lidah buaya dengan menggunakan anakan lidah buaya.

Cara memperbanyak lidah buaya dari anakan

Ilustrasi lidah buaya,Shutterstock/Nevada31 Ilustrasi lidah buaya,

Cara termudah dan tercepat untuk memperbanyak tanaman lidah buaya yaitu dengan menggunakan anakannya. Ketika tanaman lidah buaya tumbuh dengan baik, mereka akan menghasilkan tunas atau cabang yang tumbuh di sekitar akar tanaman lidah buaya dewasa. 

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Lidah Buaya Tanpa Akar

Seiring bertambahnya umur, tunas tersebut akan tumbuh besar dan menyebabkan tanaman terlalu padat.

Oleh karena itu, tunas lidah buaya perlu segera dipisahkan dari tanaman induknya sebelum membesar untuk mencegah tanaman terlalu padat dan tumbuh tidak seimbang. 

Adapun cara memperbanyak lidah buaya dari anakan, seperti berikut:

  • Memilih anakan lidah buaya yang besar dan sehat

Lidah buaya biasanya menghasilkan banyak anakan, tapi tidak semua anakan bisa dipisahkan dari tanaman induknya. Hanya anakan yang sehat dan besar yang boleh dipisahkan dari tanaman induk. 

Baca juga: Cara Menanam Lidah Buaya di Rumah dengan Mudah

  • Mengeluarkan seluruh tanaman dari pot

Jika sudah memilih anakan yang akan dipisahkan, maka langkah selanjutnya yaitu mengeluarkan seluruh tanaman dari pot. Apabila tanaman sulit dikeluarkan, gunakan pisau tumpul untuk menggoyangkan akar tanaman dengan hati-hati. 

  • Memisahkan anakan lidah buaya

Selanjutnya, cara memperbanyak lidah buaya yaitu memisahkan anakan dari tanaman induk dengan hati-hati. 

Jika anakan sudah memiliki akar, maka pisahkan juga dengan akarnya. Apabila anakan belum memiliki akar, pisahkan dengan hati-hati menggunakan pisau. 

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Lidah Buaya di Polybag

Anakan yang sudah memiliki akar bisa segera ditanam. Sedangkan, anakan yang belum memiliki akar perlu diberi perawatan ekstra agar segera tumbuh akar. 

Perawatan yang bisa dilakukan yaitu dengan meletakkan anakan di piring kecil, lalu ditempatkan di area yang dingin dan gelap selama 24 hingga 48 jam untuk memacu pertumbuhan akar. 

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau