Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Merawat Tanaman Jeruk agar Berbuah Sepanjang Tahun

Kompas.com, 9 Juli 2023, 10:19 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai buah yang banyak disukai, permintaan buah jeruk cukup tinggi. Bahkan, buah ini bisa dengan mudah dijumpai mulai dari pasar tradisional hingga supermarket.

Jeruk sebenarnya tanaman tahunan yang masa berbuahnya cukup lama. Tanaman jeruk umumnya bisa dipanen setelah berumur 28 sampai 36 minggu.

Meskipun demikian, ternyata tanaman jeruk bisa diupayakan agar berbuah sepanjang tahun. Salah satu caranya yaitu dengan merawat tanaman dengan maksimal.

Baca juga: Tips dan Cara Menanam Jeruk agar Berbuah Sepanjang Tahun

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian Indonesia, berikut ini cara merawat tanaman jeruk agar berbuah sepanjang tahun.

Ilustrasi pohon jerukSHUTTERSTOCK/WIWIK WAHYUDI Ilustrasi pohon jeruk

1. Pemangkasan

Kegiatan pemangkasan dilakukan untuk membentuk kanopi batang, pengatur produksi, dan merawat tanaman. Pembentukan tajuk tanaman jeruk bisa dilakukan dengan teknik pijat lengkung.

Teknik ini bisa dilakukan pada cabang tersier. Teknik pijat lengkung sebaiknya dilakukan di awal musim kemarau karena saat itu tanaman agak layu, sehingga pelengkungan menjadi lebih mudah.

2. Pemupukan

Cara merawat tanaman jeruk lainnya yang penting untuk dilakukan yaitu pemberian pupuk atau nutrisi tanaman. Di fase pertumbuhan dan berbuah, berikan pupuk organik, NPK, dan pupuk cair sesuai anjuran.

Baca juga: 6 Cara Merawat Jeruk Nipis agar Berbuah Banyak

Pupuk NPK granul dan cair diberikan secara berkala setiap 1,5 bulan bertujuan untuk memecah tunas. Sementara itu, untuk meningkatkan rasa manis pada buah jeruk berikan pupuk kaya magnesium.

Agar pembuahan berjenjang, berikan pemupukan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengkombinasikan pupuk NPK padat dan cair. Pemupukan dilakukan dengan interval masing-masing per tiga bulan. pupuk yang dicairkan diberikan 1,5 bulan setelah pemberian pupuk padat.

3. Penyiangan

Kegiatan penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jeruk. Dengan demikian, unsur hara bisa diserap maksimal oleh tanaman.

4. Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan untuk menggemburkan tanah dan meninggikan tanah. Perawatan ini akan membuat tanaman tumbuh tegak, kuat, dan mendapatkan unsur hara yang cukup.

ilustrasi tanaman jerukPixabay/Hans ilustrasi tanaman jeruk

Baca juga: 5 Cara Merawat Jeruk Kunci agar Berbuah Lebat

5. Penyiraman

Penyiraman yang rutin juga menjadi salah satu cara merawat tanaman jeruk berbuah sepanjang tahun. Meskipun demikian, penyiraman tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman.

6. Pengendalian hama dan penyakit

Kegiatan ini bertujuan agar tanaman tumbuh maksimal, produktivitasnya tinggi, dan mutu buah yang dihasilkan maksimal. Pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan secara terpadu.

7. Penjarangan buah

Penjarangan buah dilakukan untuk mengurangi jumlah buah per dompol. Caranya dengan membuang buah yang kualitasnya kurang baik. Dengan demikian, tanaman hanya akan fokus pada pembesaran buah yang diinginkan, sehingga kualitas buah yang dihasilkan maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau