Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Pemupukan Tanaman Sayur Berdasarkan Jenis Pupuknya

Kompas.com, 26 Agustus 2023, 20:25 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemupukan menjadi salah satu tahapan penting dalam budidaya sayuran. Pemberian pupuk yang tepat akan membuat tanaman tumbuh subur dan panennya maksimal.

Jenis pupuk yang diberikan sangat beragam. Berdasarkan cara pemberiannya, pupuk untuk tanaman sayur terbagi atas pupuk akar dan pupuk daun.

Pupuk tersebut diberikan dengan cara yang berbeda. Dilansir dari buku Memupuk Tanaman Sayur, Sabtu (26/8/2023), berikut ini cara pemupukan tanaman sayur berdasarkan jenisnya.

Baca juga: Teknik Pemupukan Tanaman yang Efektif dan Efisien

Cara pemberian pupuk akar pada tanaman sayur

Pupuk akar adalah jenis pupuk yang diberikan lewat akar tanaman. Jumlah pupuk yang diberikan lewat akar harus benar agar nutrisi yang diserap maksimal.

Ilustrasi pupuk untuk tanaman tomat, memberi pupuk pada tanaman tomat. SHUTTERSTOCK/VITALII M Ilustrasi pupuk untuk tanaman tomat, memberi pupuk pada tanaman tomat.

Pemupukan lewat akar membuat nutrisi bisa langsung diserap oleh akar. Akan tetapi, kekurangan pemupukan melalui akar yaitu mudah menguap, tercuci, atau diserap tanaman lain yang bukan tanaman budidaya.

Berdasarkan tekniknya, berikut ini cara pemupukan tanaman sayur lewat akar.

1. Ditabur

Pemupukan dengan cara ini bisa dicampurkan saat pengolahan tanah. Biasanya, jenis pupuk yang diberikan pada saat ini yaitu pupuk dasar.

Selain itu, pupuk juga bisa diberikan setelah bedengan tanaman terbentuk. Selanjutnya, bedengan perlu disiram air agar pengolahan tanah lebih mudah. Pada saat itu, pupuk akan tercampur bersama tanah.

Baca juga: Pemupukan Tanaman Cabai saat Fase Vegetatif

Terkadang, ada juga pupuk yang ditabur saat tanaman mulai tumbuh. Penaburan ini dilakukan ketika tanaman masih muda, bertujuan agar tanaman memiliki energi untuk tumbuh.

2. Dibenamkan

Selain ditabur, pupuk akar juga bisa diberikan dengan cara dibenamkan. Pemupukan dengan cara ini bertujuan agar nutrisi bisa diserap dengan efektif dan mencegah kehilangan pupuk akibat air hujan, air siraman, dan penguapan.

Aplikasi pupuk dengan cara ini dilakukan saat tanaman sudah tumbuh beberapa hari atau beberapa minggu setelah tanam. Khusus untuk tanaman sayur, pemberian pupuk dengan cara dibenamkan bisa dilakukan dalam larikan diantara tanaman, melingkari tanaman, atau di dalam lubang pemupukan yang dekat dengan tanaman.

Ilustrasi penyemprotan pupuk daunSHUTTERSTOCK/VALENTIN VALKOV Ilustrasi penyemprotan pupuk daun

Cara pemberian pupuk daun

Selain pupuk akar, ada juga jenis pupuk daun. Sesuai dengan namanya, pupuk ini diberikan lewat daun.

Baca juga: Pedoman Pemupukan Bawang Merah yang Efektif dan Efisien

Pemupukan lewat daun umumnya dilakukan dengan cara melarutkan pupuk terlebih dahulu dalam air. Kemudian, semprotkan ke permukaan daun.

Meskipun pupuk daun bermanfaat untuk tanaman sayuran yang umurnya pendek, namun di taraf tertentu pupuk ini bisa diberikan ke tanaman berumur panjang atau tanaman sayur yang menghasilkan buah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau