Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bawang Merah di Lahan Kering yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 24/08/2022, 12:12 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Cara menanam bawang merah yang benar menjadi kunci keberhasilan dalam budi daya komoditas ini. Produksi bawang merah dalam negeri diupayakan semaksimal mungkin agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menanam bawah merah di lahan marginal. Di Indonesia, jenis lahan marginal sangat beragam.

Lahan marginal yang diupayakan untuk menjadi area budi daya bawang merah yaitu lahan kering. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (24/8/2022), berikut pedoman cara menanam bawang merah di lahan kering.

Baca juga: Mengenal Karakteristik Bawang Merah dari Akar sampai Biji

Ilustrasi bawang merah.PIXABAY/gate74 Ilustrasi bawang merah.

1. Mengolah lahan

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menanam bawah merah yaitu mengolah lahan. Adapun cara mengolah lahan kering untuk budi daya bawang merah, seperti berikut.

Pertama, bersihkan lahan kering dari gulma, berbatuan, dan kotoran lainnya. Taburkan pupuk kandang sekitar 1 ton per 1000 meter persegi.

Kemudian, balikan tanah pada lahan tersebut agar pupuk kandang ikut tercampur dengan tanah. Diamkan lahan selama satu minggu.

Buat bedengan atau gulutan. Jangan lupa untuk membuat parit sebagai drainase.

Baca juga: Jenis Bawang Merah yang Biasa Ditanam Petani Indonesia

Apabila pH tanah kurang dari 5, tambahkan dolomit 1,5 ton per hektar di atas bedengan atau guludan. Lalu, diamkan lahan selama seminggu.

2. Memilih bibit

Sembari menunggu lahan siap ditanami, siapkan terlebih dahulu bibit bawang merah yang akan digunakan. Pastikan memiliki bibit berkualitas dengan berat seragam, berbas hama dan penyakit, serta memiliki pertumbuhan yang optimal.

 

3. Menanam bawang merah

Setelah bibit dan lahan siap, proses penanaman bisa segera dilakukan. Berikut cara menanam bawang merah, yang perlu diketahui.

Pertama, siram lahan sampai lembap. Kemudian buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 cm dan jarak tiap lubang tanam sekitar 15 cm.

Baca juga: Ini Umur Panen Bawang Merah dan Cara Tepat Memanennya

Siapkan fungsisida dengan dosis 1 tutup larutan per liter air. Kemudian, rendam bibit bawang merah tujuannya untuk mencegah penyakit tular benih. Perendaman dilakukan selama dua hari.

Setelah itu, letakan bibit pada lubang tanam dan tutup lubang tanam dengan tanah.

4. Perawatan tanaman

Gambar bawang merahPixabay/klimkin Gambar bawang merah

Langkah berikutnya dalam budi daya bawang merah yaitu perawatan tanaman. Jenis perawatan yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman, seperti berikut:

Pemupukan, dilakukan secara rutin untuk menjaga unsur hara dalam tanah. Pemupukan susulan bisa dilakukan pada 10 hari sampai satu bulan setelah bibit ditanam.

Baca juga: Simak, Ini Tahapan Pemupukan dan Jenis Pupuk Bawang Merah

Penyiraman, dilakukan saat umur bibit nol sampai 10 hari, penyiraman dilakukan dua kali sehari. Setelah umur bawang lebih dari 10 hari, penyiraman dilakukan satu kali sehari, pagi atau sore.

Penyiangan, dilakukan untuk mengurangi populasi gulma di area budidaya.

Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan dengan cara mengaplikasikan pestisida sesuai anjuran.

 

5. Panen

Bawang merah yang ditanam pada lahan kering bisa dipanen saat berumur 66 sampai 75 hari. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tanaman bawang merah sampai ke akarnya. Kemudian, ikat bawang merah dan jemur dua sampai tiga hari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau