Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bunga Melati yang Benar agar Cepat Berbunga

Kompas.com - 17/09/2022, 10:29 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

Penanaman

Cara menanam bunga melatih yaitu dengan meletakan bibit pada lubang tanam yang sudah dibuat. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan tanah dan padatkan. Cek tanaman secara berkala, apabila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak optimal, sebaiknya ganti dengan bibit baru.

Ilustrasi bunga melatiPixabay/ignartonosbg Ilustrasi bunga melati

Pemupukan

Pemupukan bisa dilakukan setelah tanaman berumur 3 bulan setelah tanam dan pemupukan berikutnya dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jenis pupuk yang digunakan yaitu Urea, SP36, dan KCl.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur di sekeliling tanaman pada kedalaman 10 cm kemudian timbun dengan tanah.

Baca juga: Cara Menanam dan Merawat Bunga Melati dengan Stek

Pengairan

Pengairan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air mencukupi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Cara pengairannya yaitu dengan menyiramkan langsung pada tanaman.

Penyiangan dan pendangiran

Penyiangan bertujuan untuk mengendalian gulma yang tumbuh disekitar area budi daya. Penyiangan bisa dilakukan dengan cara mencabut gulma secara manual atau menggunakan herbisida jika populasinya sudah di atas ambang batas ekonomi.

Sedangkan pendangiran adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki aerasi aga bisa memberikan ruang dan merangsang pertumbuhan akar serabut. Pendaringan harus dilakukan secara hati-hati agar tanaman tidak terluka.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Bunga Melati agar Berbunga Lebat

Pemangkasan

Pemangkasan juga perlu dilakukan pada tanaman bunga melati karena berguna untuk membentuk tajuk, mengatur waktu pembungaan, membuang bagian tanaman yang sakit, dan menghilangkan bagian tanaman yang tidak diperlukan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau